Kumpulan Ilmu Teknologi

Cara Memperbaiki Round Tips Disc Stylus Pen Rusak

Caratekno – Punya stylus pen yang bentuknya ada piringan di ujung? biasanya bagian ini rentan hilang atau rusak. Nah ketika rusak, sayang sekali jika dibuang begitu saja padahal masih bisa diperbaiki bagian ujungnya ini.

Bahan yang perlua anda siapkan adalah stylus itu sendiri dan selembar kecil alumunium foil. Cuma itu saja.

Cara buatnya langsung simak di video ya

Share:

Seberapa dalam kapal selam bisa menyelam?

Caratekno – Ada kedalaman menyelam yang aman untuk setiap kapal selam, dan ini dicapai secara teratur untuk tujuan latihan. Kedalaman menyelam maksimum teoritis kemudian dihitung oleh para insinyur yang terlibat dalam konstruksi dan desain kapal. Hal ini, secara teoritis, dapat dilampaui karena memiliki elemen yang sangat vital.

skema tekanan kapal selam luar hulls.svg - berita dan informasi angkatan laut pasca laut
Skema dasar tekanan & lambung kapal selam luar (Sumber: Wiki)

Nah pertanyaannya berapa sih kedalaman kapal selam? Jika batas ini terlampaui, akan menyebabkan kapal pecah dan meledak.

Batas maksimum ini diketahui berdasarkan jenis dan kemampuan kapal selam, kecuali jika ada kecelakaan diluar faktor rancangan, Anda tidak akan pernah tahu berapa kedalaman naksir yang tepat.

Biar ga gagal paham, coba baca Prinsip Kerja Kapal Selam, kenapa bisa tenggelam-muncul?

Usia lambung kapal selam dan seberapa jauh kapal selam melebihi kedalaman maksimalnya adalah faktor lain yang mempengaruhi daya tahan kapal selam.

Umur lambung kapal selam diperkirakan dengan siklus perendaman, setiap kali kapal selam tenggelam dan masuk lebih dalam, akan memperpendek umur lambungnya.

Begitu pula jika melebihi kedalaman uji mengurangi umur lambung. Kemudian menjadi masalah ekonomis untuk menjaga sub aktif. Kapal selam memiliki beberapa angka kedalaman yang signifikan, kedalaman uji, dan kapal selam yang diharapkan dapat dicapai tanpa efek buruk apa pun secara operasional.

Saat menguji dan mengesahkan komponen sistem kapal selam yang terpapar langsung tekanan laut, pada tekanan inilah sistem diuji.

Setiap kapal selam memiliki kedalaman maksimum (sekian x kedalaman) kaki yang diperoleh selama pengujian awal kelas kapal selam. Untuk kapal selam militer, “kedalaman uji” (kapal selam terdalam yang dapat berulang kali pergi) diklasifikasikan.

Secara umum diterima bahwa kedalaman maksimum (kedalaman ledakan atau keruntuhan) adalah sekitar 1,5 atau 2 kali lebih dalam.

kapal selam serang kelas los angeles 003 - berita dan informasi angkatan laut pasca angkatan laut
Kapal selam serang kelas Los Angeles

Literatur umum yang terbaru mengatakan bahwa kedalaman uji kapal selam kelas Los Angeles AS adalah 450m (1.500 kaki), menunjukkan kedalaman maksimum 675–900m (2.250–3.000 kaki). Ini adalah kapal selam dengan lambung bertekanan yang terbuat dari baja tarik tinggi HY-80. Kapal selam Amerika terbaru dikatakan dibangun dari HY-100, jadi jenis kapal selama ini pasti bisa masuk lebih dalam.

Beberapa kapal selam buatan Soviet/Rusia menggunakan Titanium (lebih kuat tetapi lebih rapuh dari baja). Yang pertama, kelas Project 705 (Лира/Lira, “Lyre”) (NATO “Alfa”) diketahui telah mencapai 1.000 m (3.300 kaki), menunjukkan kedalaman maksimum 1.500–2.000 m (5.000–6.600 kaki).

Kelas selanjutnya (seperti Project 945B Kondor — NATO Sierra II) mungkin bisa masuk setidaknya sedalam itu.

Batas kedalaman batas kedalaman kapal selam bertenaga nuklir yang paling dikenal, sebagai berikut;

  • Kelas Topan: Kedalaman uji 900 m (3.000 kaki)
  • Kelas Smart: Lebih dari 300 m (984 ft 3 in)
  • Kelas Akula: kedalaman uji 480 m (1.570 kaki) untuk Akula I dan Akula I yang Ditingkatkan, 520 m (1.710 kaki)
  • untuk Akula II dan III, kedalaman pengoperasian maksimum 600 m (2.000 kaki)
  • Kelas Ohio: Kedalaman uji >240 m (800+ kaki)
  • Kelas Virginia: Kedalaman uji >240 m (800+ kaki)
  • Kelas Borei: Kedalaman uji 950 m
  • Kelas Rubis: Kedalaman uji 350 m
  • Kelas Barakuda: Kedalaman uji >350 m
  • Kapal selam serang kelas Los Angeles 003 – berita dan informasi angkatan laut pasca angkatan laut
  • Kapal selam serang kelas Los Angeles

Untuk membuat sedikit perbandingan dengan kapal selam diesel-listrik (SSK), batas kedalaman SSK yang terungkap diberikan di bawah ini;

  • Kelas Scorpene: >350 m (1.150 kaki)
  • Tipe 209-kelas: 500 m (1.600 kaki)
  • Kelas Tipe 212: Kedalaman uji adalah 250 m (820 kaki), kedalaman tumbukan lebih dari 700 m (2.296 kaki)
  • Kelas Tipe 214: Kedalaman pengoperasian secara resmi lebih dari 250 m (820 kaki), diperkirakan 400 m (1312 kaki), kedalaman uji hampir 400 m (1.300 kaki)
  • Kelas Kilo: Kedalaman operasional adalah 240 m (790 kaki), maksimum 300 m (980 kaki)
  • Kelas Yuan: Kedalaman uji adalah 550 m
  • Kapal selam besar bergaya militer yang menyelam terdalam adalah kapal selam Soviet K-278 Komsomolets , dengan lambung yang terbuat dari Titanium membuatnya sangat mahal tetapi mampu menahan penyelaman yang jauh lebih dalam daripada kapal selam terbaik yang terbuat dari baja bermutu tinggi, seperti kapal selam Amerika kapal selam nuklir Komsomolets adalah kapal selam bertenaga nuklir yang dirancang khusus untuk melakukan perjalanan sejauh 1300 meter (4265 kaki) di bawah permukaan laut.

tryste - berita dan informasi pasca angkatan laut
Bathyscaphe Trieste

Kapal selam dengan tujuan khusus dapat menyelam lebih dalam. DSRV AS (Deep Submergence Rescue Vehicle), dibangun untuk menyelamatkan orang-orang yang selamat dari kapal selam yang tenggelam, memiliki kedalaman uji 1.500m (5.000 kaki), menunjukkan kedalaman maksimum 2.250–3.000 m (7.500–10.000 kaki).

Sebuah kapal selam kecil, bathyscaphe Trieste , berhasil mencapai 10.916 meter (35.813 kaki) di bawah permukaan laut di titik terdalam di lautan, Challenger Deep di Palung Marianas, beberapa ratus mil di sebelah timur Filipina. Bagian laut ini memiliki kedalaman 11.034 m (36.200 kaki), jadi tampaknya kapal selam dapat membuatnya sedalam yang secara teori dapat dicapai.

Rujukan artikel seberapa dalam kapal selam menyelam (navalpost) & Aplikasi mengetahui spesifikasi kapal selam dan kapal perang dari navallibrary

Share:

Cara Mengetahui Perbedaan Timbangan Analog dan Digital

Caratekno – Kini banyak tersedia berbagai pilihan timbangan badan dengan jenis, model, bentuk dan merek yang beragam. Entah itu jenis pengukur digital maupun yang mekanis/analog/manual. Pilihan terbaik itu adalah tergantung anda lebih suka dan nyaman yang mana.

Anda bisa memilih disesuaikan dengan kebutuhan agar berfungsi maksimal. Mengontrol berat badan tentu membutuhkan timbangan analog dan digital. Sebab dengan alat ini seseorang bisa mengetahui naik tidaknya berat badan dalam tubuhnya. Saat ini banyak beredar alat ukur dengan model dan bentuk bermacam-macam.

Mereka yang memiliki program diet akan sangat membutuhkan timbangan berat badan agar tahu secara berkala dan mampu mengontrolnya. Apakah harus memilih yang modelnya bagus? Apa saja pertimbangan dalam memilih alat ukur berat badan ini? Apa perbedaan dari jenis analog dan digital?

Perbedaan Timbangan Analog dan Digital

1. Timbangan Digital
2. Timbangan Analog

Tips Memilih Timbangan Berat Badan

1. Kapasitas Timbangan
2. Kualitas Secara Keseluruhan
3. Harga

Perbedaan Timbangan Analog dan Digital

Ada dua jenis timbangan yang saat ini beredar di masyarakat. ada yang berjenis analog dan digital. Kedua alat ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk mereka yang ingin mengontrol dan menurunkan berat badan tentu timbangan jadi benda penting yang harus dimiliki. Tanpa adanya alat ukur ini maka kita tidak tahu apakah berat badan sudah ideal atau belum. Lalu manakah jenis yang recommended?

1. Timbangan Digital

Mengenal jenis yang satu ini, cara bekerjanya adalah mengubah gaya beban suatu benda menjadi sinyal listrik. Nantinya sinyal tersebut akan diubah dalam CPU menjadi bentuk data. Barulah nanti akan muncul angka bobot barang yang ditimbang di papan display yang ada di LCD. Banyak orang yang lebih memilih jenis ini daripada jenis manual karena faktor akurat. Alat ukur ini bisa menunjukkan berat suatu benda lebih detail.

Beberapa timbangan digital memiliki kemampuan untuk menimbang sampai dengan nilai yang terkecil sekalipun seperti misalnya bilangan desimal. Hasil angka bisa ditampilkan di layar dan mudah dibaca serta tidak membingungkan pengguna. Sayangnya, harga dari jenis ini memang cenderung lebih mahal. Alat ukur ini juga membutuhkan baterai yang diganti secara berkala agar bisa berfungsi dengan baik dan normal. Ada sistem kalibrasi yang lebih rumit jika dibandingkan dengan jenis analog.

2. Timbangan Analog

Jenis kedua dari timbangan adalah analog. Jenis ini bekerja dengan cara mekanik yang menggunakan sistem pegas. Tampilan dari jenis ini terbilang khas karena disertai garis-garis penanda dan juga adanya jarum kecil. Fungsinya adalah menunjukkan berat dari suatu benda.

Cara kerja dari jenis ini adalah dengan meletakkan benda atau berdiri di atas timbangan kemudian jarum akan berputar dan menunjukkan bobot. Namun, garis-garis penanda yang ada di timbangan ini seringkali didesain terlalu kecil dan rapat sehingga tak sedikit orang mengeluh karena tak bisa membacanya dengan baik.

Untuk menggunakan jenis ini, pastikan bahwa jarum berada di angka nol karena jika tidak maka kemungkinan besar hasil yang ditunjukkan bukan hasil yang sebenarnya.

Dibandingkan dengan timbangan ditial, tingkat keakuratan alat ukur ini lebih rendah karena jarum timbangan bisa bergerak jika benda diatasnya juga bergerak meski sedikit. Namun, untuk perawatan jenis ini lebih mudah dibandingkan jenis digital. Harganya tentu lebih terjangkau daripada timbangan digital.

Tips Memilih Timbangan Berat Badan

1. Kapasitas Timbangan

Hal pertama yang patut dipertimbangkan adalah dengan melihat kapasitas timbangan tersebut. Biasanya kapasitas yang disertakan adalah 120 kg. Jika memang berat badan bisa kemungkinan bertambah mencapai angka tersebut, Anda bisa memilih jenis yang lain. sangat disarankan untuk membaca lebih detail pada deskripsi produk sebelum Anda membelinya. Akan lebih bagus lagi jika Anda bisa bertanya langsung kepada si penjual agar tak kecewa saat sudah membelinya.

2. Kualitas Secara Keseluruhan

Terlepas dari banyak fitur yang diberikan. Anda bisa lebih memastikan bagaimana kualitas timbangan tersebut secara keseluruhan. Jika memang ada yang mengutamakan desain, sekarang ini sudah banyak yang mnjual dengan desain minimalis dan ergonomis. Anda tetap bisa meletakkannya dimana saja agar terlihat lebih stylish. Baca terlebih dahulu bagaimana deskripsi produk dan ulasan dari para pembeli jika Anda membelinya secara online. Karena dua hal ini yang akan membantu Anda untuk tahu kualitas secara keseluruhan.

3. Harga

Pertimbangan yang tak kalah pentingnya adalah soal harga. Timbangan bisa dijual dengan harga puluhan ihngga ratusan ribu rupiah. Semuanya tentu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Anda bisa memilih produk dengan harga yang sesuai budget Anda.

Sebaiknya tidak tergiur dengan harga yang terlalu murah karena bisa jadi kualitasnya buruk. Selalu perbandingkan harga satu dengan lainnya dan cermati rata-rata harga yang dibanderol di pasaran.

Jika Anda membutuhkan timbangan yang bisa memberi informasi detail maka yang tepat adalah jenis digital. Namun pertimbangkan pula harga dan cara perawatannya.

Penggantian baterai secara khusus dibutuhkan dan kemungkinan Anda juga butuh membayar jasa kalibrasi.

Berbagai jenis dan variasi harga menarik bisa Anda temukan di ruparupa.com. Jenis timbangan digital ataupun analog berkualitas ada di ruparupa.com dengan penawaran dan promo menarik bahkan untuk setiap kategori.

Tersedia pula kebutuhan rumah tangga, otomotif, home improvement dan lain sebagainya. Refby 

Share:

Bingung Memilih Timbangan Badan Digital Vs Analog: Mana yang Lebih Akurat?

Caratekno – Secara umum, ada dua jenis timbangan badan yang ada di pasaran, yaitu analog dan digital. Kedua alat untuk mengukur berat badan ini memiliki kelebihan masing-masing. Lantas, di antara keduanya, manakah yang lebih baik? Simak ulasan berikut untuk menemukan jawabannya.

Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, timbangan mungkin jadi salah satu alat yang paling krusial untuk dimiliki. Tanpa adanya alat ukur ini, Anda tak akan pernah tahu apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum. Di pasaran, timbangan badan digital maupun analog dijual dengan berbagai macam jenis, ukuran, dan bentuk.

Nah, jika Anda ingin membeli timbangan badan tapi masih bingung untuk menentukan pilihan yang tepat, berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan dari keduanya.

Image by Sun Education Group

Timbangan digital

Timbangan digital disebut juga dengan timbangan elektronik. Timbangan ini bekerja dengan cara mengubah gaya beban suatu benda menjadi sinyal listrik. Nantinya, sinyal listrik tersebut diubah dalam CPU untuk “menerjemahkan” data. Setelah itu, munculah angka bobot barang yang Anda timbang pada papan display yang ada di layar LCD.

Secara umum, banyak orang lebih memilih menggunakan timbangan digital ketimbang yang manual karena faktor keakuratan. Ya, alat ukur ini dapat menunjukkan berat suatu benda lebih mendetail.

Bahkan, beberapa timbangan digital juga mampu menimbang hingga nilai yang paling kecil sekali pun (bilangan desimal). Hasil angka yang ditampilkan di layar juga lebih mudah dibaca, sehingga tidak membingungkan penggunanya

Sayangnya, timbangan ini memiliki harga yang cenderung lebih mahal. Alat ukur ini juga memerlukan baterai yang harus diganti secara berkala agar tetap bisa berfungsi normal. Tak berhenti di situ, timbangan ini juga memiliki sistem kalibrasi yang lebih rumit daripada timbangan analog. Namun, jangan khawatir, jika Anda kebingungan untuk mengkalibrasi alat ukur ini, Anda bisa menggunakan jasa kalibrasi.

Kalibrasi merupakan proses pengecekan dan pengaturan tingkat akurasi suatu alat ukur. Proses ini diperlukan guna memastikan bahwa hasil pengukuran sudah akurat dan konsisten sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Timbangan analog

Timbangan analog adalah timbangan yang bekerja dengan cara mekanik menggunakan sistem pegas. Timbangan ini memiliki tampilan khas, yaitu adanya garis-garis penanda dan jarum kecil yang berfungsi untuk menunjukkan berat suatu benda.

Ketika sebuah benda di tempatkan di atas permukaan timbangan, nantinya jarum akan berputar untuk menunjukkan bobot dari benda tersebut. Akan tetapi, garis-garis penanda yang ada di timbangan analog sering kali terlalu kecil dan rapat, sehingga beberapa orang mengeluh kesulitan untuk membaca hasil akhirnya.

Selain itu, jika Anda menggunakan timbangan ini, Anda juga perlu memastikan terlebih dahulu kalau jarum timbangan ada di angka nol. Jika tidak, maka timbangan tidak akan menunjukkan hasil yang sebenarnya. Dibanding timbangan digital, tingkat keakuratan alat ukur ini juga lebih rendah. Pasalnya, jarum timbangan bisa ikut bergerak jika benda yang timbang bergerak, meski hanya sedikit saja.

Kabar baiknya, timbagan analog disebut-sebut lebih awet daripada timbangan digital. Perawatannya juga dinilai tidak seribet timbangan digital karena Anda tak harus mengganti baterai secara berkala. Di pasaran, alat ukur jenis ini juga memiliki harga yang lebih murah ketimbang timbangan digital.

Lalu, timbangan badan mana yang paling baik?

Keputusan untuk membeli timbangan badan mana yang terbaik tergantung pada kebutuhan Anda. Jika Anda membutuhkan timbangan dengan keakuratan yang spesifik, mudah dibawa dan dipahami, timbangan digital jawabannya.

Perlu dipahami bahwa alat ukur ini biasanya dijual dengan harga yang relatif lebih mahal daripada timbangan analog. Tak hanya itu, timbangan ini juga membutuhkan perawatan khusus, seperti pergantian baterai secara berkala. Anda juga mungkin membutuhkan biaya lebih untuk membayar jasa kalibrasi.

Sementara jika Anda mencari timbangan yang bisa digunakan jangka panjang dan minim perawatan, Anda bisa memilih timbangan analog. Pasalnya, alat ukur jenis ini sering kali menggunakan bahan material yang tahan banting dan tidak cepat rusak.

Anda juga tidak memerlukan biaya tambahan untuk membeli baterai karena pada dasarnya timbangan jenis ini tidak memerlukan baterai. Namun, timbangan analog cenderung berukuran lebih besar dan lebih berat daripada timbangan digital.

Tips memilih timbangan badan yang berkualitas

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari keduanya, kini saatnya Anda mengetahui cara memilih timbangan badan yang tepat. Entah itu timbangan analog maupun timbangan digital, pastikan Anda jangan asal beli kalau tidak ingin kecewa setelahnya.

Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan sebelum Anda memutuskan membeli timbangan badan.

1. Sesuaikan dengan kebutuhan

Hal pertama yang harus diketahui sebelum beli timbangan badan adalah pastikan Anda membeli sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika untuk bayi, maka belilah timbangan khusus bayi. Timbangan bayi memiliki bentuk yang berbeda dari timbangan pada umumnya.

Bentuknya seperti bak yang berfungsi untuk menidurkan bayi agar mudah saat prpses penimbangan. Sementara jika untuk anak-anak yang sudah besar atau orang dewasa, Anda bisa menggunakan timbangan lantai.

Jadi, pastikan Anda ketahui dulu fungsinya lalu perhatikan jenisnya, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak. Jangan sampai Anda membeli timbangan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang Anda butuhkan.

2. Pilih yang sudah terkalibrasi

Seperti yang sudah disinggung di atas, kalibrasi dalam timbangan berperan penting untuk memastikan bahwa hasil pengukuran sudah akurat dan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Nah, oleh sebab itu, pastikan kalau timbangan yang akan Anda beli sudah terkalibrasi. Biasanya timbangan yang sudah terkalibrasi memiliki segel atau stempel dari badan metrologi.

3. Perhatikan kualitas bahannya

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika ingin membeli timbangan badan adalah kualitas bahan yang digunakan. Sayangnya, tips satu ini jarang diperhatikan karena dinilai tidak penting. Padahal, memerhatikan kualitas bahan timbangan yang Anda beli adalah hal yang wajib.

Pilihlah timbangan yang menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan terbaik. Selain itu, pastikan kalau Anda membeli timbangan yang mudah digunakan. Jadi, Anda tak perlu ribet ketika menggunakannya.

4. Pastikan ada garansinya

Setiap kali Anda membeli produk elektronik, biasanya akan disertai dengan kartu garansi. Kartu ini terbilang penting karena menujukkan jaminan kelayakan produk yang diberikan oleh produsen. Tak hanya itu, kartu garansi juga bisa menunjukkan keaslian suatu produk.

Di Indonesia, garansi produk biasanya tersedia dalam dua jenis, yaitu garansi toko dan garansi pabrik. Garansi pabrik lazimnya dinyatakan secara tegas dan tertulis di kartu. Sedangkan garansi toko biasanya disampaikan secara lisan oleh penjualnya.

Jadi, pastikan timbangan yang Anda beli mendapatkan garansi dari toko atau pabrik pembuatnya. Ref by 

Share:

Labels

Blog Archive