Kumpulan Ilmu Teknologi

Prinsip Kerja Kapal Selam

img by: Navalpost – type 212C

Lambung Bertekanan

Kapal selam di kedalaman air memiliki tekanan yang sangat besar, tentu itu menjadi masalah besar jika desain kapal selam serampangan dan ngasal. Maka dibutuhkan lambung dengan bahan kuat pilihan sepert baja khusus atau titanium.

Tekanan air di bawah permukaan air laut akan semakin besar jika semakin dalam menyelam. Terori persamaannya jika kedalam 600 meter (2000 feet) dibawah permukaan maka tekanannya 60 kali lebih besar daripada permukaan.

Biasanya kapal selam dirancang hanya mampu bertahan sampai batas kedalaman 250 – 300 meter.

Umumya kapal selam memiliki 2 lapis lambung, lambung utama bertekanan yang berisi awak kru kapal selam dan seluruh persediaan hidup, lambung kedua biasa untuk keluar masuk air laut.

Pesawat Selam

Seperti halnya ikan hiu yang memiliki sirip pada tubuhnya yang membantu semakin lincah saat berenang dan menyelamnya. Kapal selam juga menirunya meletekan sirip di tubuhnya yang dikenal istilahnya diving planes atau hydroplanes.

Cara kerjanya mirip seperti elevator pesawat terbang mengontrol naik ke permukaan atau menurun menyelam. Sirip ini benar-benar berfungsi ketika sudah benar-benar masuk kedalama permukaan ai. dengan dibantu doronga mesin

Tangki Ballast

Tangki kosong yang disiapkan di bagian tengah bada kapal selam yang dapat diisi dengan air ataupun udara (nanti akan dijelaskan detail di artikel ini)

Sederhanya kurang lebih seperti ini, ketika tangki terisi penuh denga udara makan kapal selam muncul ke permukaan untuk mengapung. Ketika tangki terisi oleh air laut makan kapal selam dalam kondisi menyelam dan mengambang. Kondisi darurat tangki ballast ini bisa digunakan untuk mengapung dengan cepat agar tidak tenggelam.

Mesin Kapal selam

Seringnya kapal selam ditenagai oleh mesin berbahan bakar minyak seperti diesel atau bisa juga bensin seperti umumnya digunakan pada kendaraan truk atau mobil, tentu mesin ini butuh oksigen agar berfungsi. Jadi gimana kalau kapal selam?

Caranya saat dipermukaan seringnya kapal selam menyalan mesin BBM uiini untuk mengisi ulang aki kering atau batterynya, kemudian setelah dirasa cukup makan mesin dimatikan kemudian menyelam kembali dengan tenaga battery .

Begitu seterusnya jika cadangan battery sudah habis diisi kembali dengan mesin diesel ini dengan muncul ke permukaan. Oo iya ini tidak benar-benar muncul ke permukaan ya. kapal selam cukup memunculkan tabung intake udara dan exhaust mesin diesel saja.

Tower

Menara pada kapal selam ini fungsinya adalah agar kapal selam ketika muncul ke permukaan laut tidak semuanya bada kapal selam cukup menara ini saja, juga kapal selam harus terkesan senyap dan tidak kelihatan. Atau bahasa lainnya tempat “ngintip”.

Fungsi lain menara ini untuk kendali, keluar masuk kru kapal selam, navigation, dan pengamatan lainnya.

Navigation System

Di kedalaman air laut sangat kedap cahaya dan semakin dalam maka semakin gelap dan dingin.

Maka dari itu sebagai alat bantu arah tujuan perjalanan kapal selam membutuhkan alat navigasi diantaranya periskope yang terletak di tower kapal selam.

Periskop sudah digunakan sejak awal mula kapal selam diciptakan sebelum alat navigasi modern digunakan seperti radar, sonar, dll.

Cara menggunakan periskop saat kapal selam sedikit muncul kepermukaan tabung teropong dinaikkan sehinga persikop naik ke atas permukaan lau dan melihat sekitarnya.

Kapal selam era modernya mungkin sedikit banyak perannya digantikan oleh pantauan GPS lewat satellit sehingga pergerakan lawan sangat lebih akurat, Semua informasi tertampil pada layar monitor dan tidak perlu mengandalkan periskop untuk mengukurnya.

Operator kapal selam harus menguasai data yang ditampilkan agar posisi kapal selam dengan segala kondisinya serta pergerakan musuh mudah dilacak.

Life-support system

Kapal selam militer besar sangat dibutuhkan personal yang cukup banyak. sehingga penunjang kebutuhan hidup yang dibawa kapal selam juga semakin banyak untuk kebutuhan beberapa hari hingga bulanan, sebab sekali berlayar ke lautan sangat jarang bersandar kepelabuhan.

Kru kapal selam sudah terbiasa dengan pergerakan terbatas dalam kapal selam. mereka sudah terlatih untuk cara tidur, makan, mandi, BAK/BAB, serta aktifitas terbatas di tengah lautan.

Kapal selam juga menyuplai kebutuhan oksigen dari hasil elektrolysis pemisahan dari air laut menjadi H2 dan O2, sedangkan untuk Co2 hasil pembuangan mesin diesel seringnya digunakan untuk kompresi tangki ballast atau dibuang melalui tower.

Para kru juga harus biasa meminum air hasil penyaringan dari air laut lwat proses pemisahan garam laut.

Siapakah yang menemukan kapal selam?

1620: Warga kebangasaan inggris bernama cornelis Drebble (1572-1633) membuat kapal selam pertama kali, berbahan kayu yang tahan air. Kapal bulat mirip cangkang telur ini dibalut dengan lembaran kulit dan silapisi lilin agar air tidak mudah menyerap lewat sela-sela kayu. Para ilmuwan menyebut kapal selam pertama ini dengan nama kapal Drebble.

1776: Sebelum Revolusi Amerika bergejolak, David Bushnell (1742-1824) membuat kapal selam bertenaga kayuhan tangan dikendalikan satu orang saja dikenal dengan kura-kura ikut menyerang kapal perang Inggris

1800: Ahli mesin uap Amerika Robert Fulton (1765-1815) merancang kapal selam yang mirip kapal layar, kapal selam dengan layar bisa dilipat kebawah saat kapal selam mulai menyelam ke bawah air.

1863: Ahli mesin Amerika Horace Lawson Hunley (1823-1863) mengembangkan kapal selam bertenaga manusia hingga dikembangkan dan dikenal dengan CSS H.L Hunley. Selama tahap percobaan awal Agustus 1863 kapal selam ini sudah menewaskan 5 orang krunya lebih tragis lagi percobaan berikutnya Oktober 1863 menewaskan semua kru kapal selam beserta penciptanya Hunley sendiri. Kemudian diangkat dan menjadi kapal selam pertama dalam sejarah yang berhasil menenggelamkan kapan perang pertama sepanjang perang saudara Amerika, inilah sejarah era kapal selam perang dimulai.

1888: Insiyur mesin Spanyol Isaac Peral (1851 – 1895) berhasil membuat kapal selam ditenagai baterai pertama kali. Percobaan berhasil gemilan namun sayang sekali kapal selam ini tidak pernah diproduksi sama sekali. Bagaimanapun kapal selam buatan Peral ini menyumbangkan ide besar untuk para insinyur mesin lain di seluruh dunia dalam mendasain kapal selam keren.

1897: Penememu dari Amerika Simon Lake (1866-1945) meluncurkan kapal selam yang pertama kali beroperasi di laut bernama Argonaut.

Sejarah Penerapan kapal selam

1900: Angkatan Laut AS meluncurkan kapal selam pertama diberi nama seperti Nama penciptanya berkebangsaan Amerika John Holland (1840-1914). Awalnya Holland sudah berkali-kali mengajukan penawaran kepada Angkatan Laut namun tidak berminat.

1908: Rusia Pochtovy adalah perintis awal Air Independent Propulsion (AIP) mengoperasikan kapal selam tanpa sering muncul ke permukaan lain menggunakan mesin besin untuk memompa tabung bertekanan udara.

Sejarah kapal selam dari Perang dunia hingga Perang Dingin

1914-1918: Sepanjang Perang dunia I, Angkatan laut Jerman mengoperasikan kapal selam canggih dijamannya berbentuk ramping efektifitas tinggi yang dikenal dengan sebutan U-Boats (singkatan dari Unterseeboot, atau artinya kapal di bawah permukaan laut). Tahun 1930 disebut yang pertama kali kapal selam yang menggunakan tabung udara snorkel, fungsinya memasok udara ke mesin diesel dan mampu menyelam lebih dalam. Karena sangat efektif teknik yang ditemukan insyinyur jerman masih tetap digunakan pada kapal selam modern sekarang.

1930: Ahli mesin Jerman Hellmuth Walther pelopor mesin hidrogen peroksida yang berdaya dorong tinggi untuk digunakan di kapal selam dan roket rudal. Hal ini selangkah jauh lebih maju ketimbang teknologi Air Independent Propulsion

1952: Seorang fotogfrafer Perancis Dimitri Rebikoff membuat Poodle, kapal selam pertama kali tanpa awak yang bisa dikendalikan jarak jauh (ROV, Remotely Operated Vehicle)

1955: US Navy meluncurkan USS Nautilus, kapal selam pertama kali dengan tenaga nuklir.

1964: Alvin, sebuah kapal selam penelitian ilmiah yang dioperasikan oleh Woods Hole Oceanographic Institution, memulai sejarah panjang eksplorasi bawah lautnya. Keberhasilan utamanya termasuk menemukan cerobong besar (ventilasi hidrotermal — mirip cerobong asap di dasar laut) dan menjelajahi bangkai kapal Titanic.

1968: Uni Soviet Meluncurkan K-162 sebuah kapal selam pertama lambung berbahan kuat titanium dan yang tercepat di dunia.

1969: Uni Soviet kembali meluncurukan salah satu kapal kelas alfa berlambung titanium.

Era Modern

1990an: Kapal selam nuklir yang dibuat mubazir pada akhir Perang Dingin sekarang dimanfaatkan untuk penelitian oseanografi dan iklim di Kutub Utara dalam sebuah proyek bernama Science Ice Exchange (SCICEX).

1990an: Perancang kapal selam kelahiran Inggris Graham Hawkes Menjajikan sebuah rancangan kapal selam revolusioner kecil mirip pesawat yang dengan lincah “terbang” lebih dalam ke bawah permukaan laut.

1990an: Seperti di banyak industri lain, Cina muncul sebagai pemasok utama kapal selam militer diesel-listrik yang terjangkau tetapi efektif, termasuk versi yang diperbarui dari kelas Ming tahun 1960-an-1980-an yang lama (Tipe 035) dan kelas Song yang lebih baru (Tipe 039).

Ref: Submarine - https://www.explainthatstuff.com/submarines.html

Share:

Lebih Akurat Mana, Timbangan Badan Analog atau Timbangan Badan Digital?

Caratekno – Biasanya timbangan sering digunakan di kehidupan sehari-hari mulai kebutuhan warung sembako, penjual sayur atau buah di pasar, timbanga bumbu/ kompi di dapur sampai timbangan badan dan timbangan berat yang biasa diperuntukkan barang berat di gudang.

Secara umum, ada dua jenis timbangan badan yang ada di pasaran, yaitu analog dan digital. Kedua alat untuk mengukur berat badan ini memiliki kelebihan masing-masing. Lantas, di antara keduanya, manakah yang lebih baik? Simak ulasan berikut untuk menemukan jawabannya.

Timbangan badan digital vs analog

Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, timbangan mungkin jadi salah satu alat yang paling krusial untuk dimiliki. Tanpa adanya alat ukur ini, Anda tak akan pernah tahu apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum. Di pasaran, timbangan badan digital maupun analog dijual dengan berbagai macam jenis, ukuran, dan bentuk.

Nah, jika Anda ingin membeli timbangan badan tapi masih bingung untuk menentukan pilihan yang tepat, berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan dari keduanya.

Timbangan digital

Timbangan digital disebut juga dengan timbangan elektronik. Timbangan ini bekerja dengan cara mengubah gaya beban suatu benda menjadi sinyal listrik. Nantinya, sinyal listrik tersebut diubah dalam CPU untuk “menerjemahkan” data. Setelah itu, munculah angka bobot barang yang Anda timbang pada papan display yang ada di layar LCD.

Secara umum, banyak orang lebih memilih menggunakan timbangan digital ketimbang yang manual karena faktor keakuratan. Ya, alat ukur ini dapat menunjukkan berat suatu benda lebih mendetail.

Bahkan, beberapa timbangan digital juga mampu menimbang hingga nilai yang paling kecil sekali pun (bilangan desimal). Hasil angka yang ditampilkan di layar juga lebih mudah dibaca, sehingga tidak membingungkan penggunanya

Sayangnya, timbangan ini memiliki harga yang cenderung lebih mahal. Alat ukur ini juga memerlukan baterai yang harus diganti secara berkala agar tetap bisa berfungsi normal. Tak berhenti di situ, timbangan ini juga memiliki sistem kalibrasi yang lebih rumit daripada timbangan analog. Namun, jangan khawatir, jika Anda kebingungan untuk mengkalibrasi alat ukur ini, Anda bisa menggunakan jasa kalibrasi.

Kalibrasi merupakan proses pengecekan dan pengaturan tingkat akurasi suatu alat ukur. Proses ini diperlukan guna memastikan bahwa hasil pengukuran sudah akurat dan konsisten sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Timbangan analog

Timbangan analog adalah timbangan yang bekerja dengan cara mekanik menggunakan sistem pegas. Timbangan ini memiliki tampilan khas, yaitu adanya garis-garis penanda dan jarum kecil yang berfungsi untuk menunjukkan berat suatu benda.

Ketika sebuah benda di tempatkan di atas permukaan timbangan, nantinya jarum akan berputar untuk menunjukkan bobot dari benda tersebut. Akan tetapi, garis-garis penanda yang ada di timbangan analog sering kali terlalu kecil dan rapat, sehingga beberapa orang mengeluh kesulitan untuk membaca hasil akhirnya.

Selain itu, jika Anda menggunakan timbangan ini, Anda juga perlu memastikan terlebih dahulu kalau jarum timbangan ada di angka nol. Jika tidak, maka timbangan tidak akan menunjukkan hasil yang sebenarnya. Dibanding timbangan digital, tingkat keakuratan alat ukur ini juga lebih rendah. Pasalnya, jarum timbangan bisa ikut bergerak jika benda yang timbang bergerak, meski hanya sedikit saja.

Kabar baiknya, timbagan analog disebut-sebut lebih awet daripada timbangan digital. Perawatannya juga dinilai tidak seribet timbangan digital karena Anda tak harus mengganti baterai secara berkala. Di pasaran, alat ukur jenis ini juga memiliki harga yang lebih murah ketimbang timbangan digital.

Lalu, timbangan badan mana yang paling baik?

Keputusan untuk membeli timbangan badan mana yang terbaik tergantung pada kebutuhan Anda. Jika Anda membutuhkan timbangan dengan keakuratan yang spesifik, mudah dibawa dan dipahami, timbangan digital jawabannya.

Perlu dipahami bahwa alat ukur ini biasanya dijual dengan harga yang relatif lebih mahal daripada timbangan analog. Tak hanya itu, timbangan ini juga membutuhkan perawatan khusus, seperti pergantian baterai secara berkala. Anda juga mungkin membutuhkan biaya lebih untuk membayar jasa kalibrasi.

Sementara jika Anda mencari timbangan yang bisa digunakan jangka panjang dan minim perawatan, Anda bisa memilih timbangan analog. Pasalnya, alat ukur jenis ini sering kali menggunakan bahan material yang tahan banting dan tidak cepat rusak.

Anda juga tidak memerlukan biaya tambahan untuk membeli baterai karena pada dasarnya timbangan jenis ini tidak memerlukan baterai. Namun, timbangan analog cenderung berukuran lebih besar dan lebih berat daripada timbangan digital.

Tips memilih timbangan badan yang berkualitas

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari keduanya, kini saatnya Anda mengetahui cara me0milih timbangan badan yang tepat. Entah itu timbangan analog maupun timbangan digital, pastikan Anda jangan asal beli kalau tidak ingin kecewa setelahnya.

Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan sebelum Anda memutuskan membeli timbangan badan.

1. Sesuaikan dengan kebutuhan

Hal pertama yang harus diketahui sebelum beli timbangan badan adalah pastikan Anda membeli sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika untuk bayi, maka belilah timbangan khusus bayi. Timbangan bayi memiliki bentuk yang berbeda dari timbangan pada umumnya.

Bentuknya seperti bak yang berfungsi untuk menidurkan bayi agar mudah saat prpses penimbangan. Sementara jika untuk anak-anak yang sudah besar atau orang dewasa, Anda bisa menggunakan timbangan lantai.

Jadi, pastikan Anda ketahui dulu fungsinya lalu perhatikan jenisnya, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak. Jangan sampai Anda membeli timbangan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang Anda butuhkan.

2. Pilih yang sudah terkalibrasi

Seperti yang sudah disinggung di atas, kalibrasi dalam timbangan berperan penting untuk memastikan bahwa hasil pengukuran sudah akurat dan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Nah, oleh sebab itu, pastikan kalau timbangan yang akan Anda beli sudah terkalibrasi. Biasanya timbangan yang sudah terkalibrasi memiliki segel atau stempel dari badan metrologi.

3. Perhatikan kualitas bahannya

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika ingin membeli timbangan badan adalah kualitas bahan yang digunakan. Sayangnya, tips satu ini jarang diperhatikan karena dinilai tidak penting. Padahal, memerhatikan kualitas bahan timbangan yang Anda beli adalah hal yang wajib.

Pilihlah timbangan yang menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan terbaik. Selain itu, pastikan kalau Anda membeli timbangan yang mudah digunakan. Jadi, Anda tak perlu ribet ketika menggunakannya.

4. Pastikan ada garansinya

Setiap kali Anda membeli produk elektronik, biasanya akan disertai dengan kartu garansi. Kartu ini terbilang penting karena menujukkan jaminan kelayakan produk yang diberikan oleh produsen. Tak hanya itu, kartu garansi juga bisa menunjukkan keaslian suatu produk.

Di Indonesia, garansi produk biasanya tersedia dalam dua jenis, yaitu garansi toko dan garansi pabrik. Garansi pabrik lazimnya dinyatakan secara tegas dan tertulis di kartu. Sedangkan garansi toko biasanya disampaikan secara lisan oleh penjualnya.

Jadi, pastikan timbangan yang Anda beli mendapatkan garansi dari toko atau pabrik pembuatnya.

Referensi: Timbangan Badan Analog vs Timbangan Badan Digital, Manakah yang lebih Akurat? - https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/tips-memilih-timbangan-badan/
Share:

Cara Merubah Motor DC Brushed Menjadi Motor DC Brushless

Kali ini artikel ringan mengubah motor DC biasa atau yang dikenal dengan brushed motor, yakni lilitan tembaganya menjadi rotator dan magnetnya menjadi stator.

Apa itu brushless motor DC?

Coba anda perhatikan bagan gambar dibawah ini

Brushless motor terlihat dalam gambar lilitan/kumparan menjadi stator/statis sedangkan yang berputar bagian luar yang sudah ditelakkan magnet kuat.

Berbeda bagian untuk jenis motor burshed motor yakni bagian stator adalah kumparan itu sendiri dengan konektor menempel pada stator luar dengan magnet.

Langsung saja ya…

Siapkan motor DC brushed motor.. Kemudian

Lepaskan bagian-bagian komponen dan lepaskan kawat tembaga dari angkernya.

Lepaskan busing pada casing motor, nanti kita akan ganti dengan bearing mini

Setelah kumparan dilepas makan selanjutnyat membuat base coil bisa dengan 3D print atau bahan plastik yang bisa anda buat sendiri.

Setelah dilepas casing dan dilepaskan lilitan lama, maka gulung ulang kumparannya

Setelah selesai makan akan terlihat seperti ini

Setelah selesai saatnya testing menggunakan modul ESC dan battery Lion.

Semoga artikel ini menjadi wawasan sederhana tentang motor brushless ya.. Terima kasih sudah membaca artikel Caratekno

Share:

Labels

Blog Archive