Kumpulan Ilmu Teknologi

Cara Memeriksa Apakah Timbangan Berfungsi dengan Baik

Anda memerlukan timbangan jika sedang menjalankan program penurunan berat badan. Timbangan badan dapat melacak penurunan berat badan, sementara timbangan dapur dapat membantu menakar bahan untuk memasak sehingga Anda dapat mengendalikan porsi makanan. Untuk memastikan proses penurunan berat badan berlangsung dengan benar, Anda perlu memeriksa akurasi timbangan yang digunakan. Berikut beberapa langkah sederhana untuk memastikan ketepatan timbangan Anda.

Metode 1
Mengetes Timbangan Badan

Kembalikan timbangan ke angka nol. Terkadang, timbangan harus dikembalikan ke angka nol agar memberikan hasil akurat. Anda bisa melakukannya dengan dua cara, tergantung jenis timbangan. Jika Anda memiliki timbangan analog, tekan timbangan dengan telapak tangan, lalu lepaskan. Jarum penunjuk seharusnya kembali ke nol. Jika tidak, gunakan roda pemutar yang biasanya terletak di bagian bawah timbangan, atau di dekat jarum penunjuk, untuk menggerakkan jarum timbangan ke angka nol tanpa adanya beban. Lakukan pengetesan sekali lagi untuk memastikan jarum berada di posisi yang tepat.

Jika Anda menggunakan timbangan digital, lakukan prosedur yang sama seperti timbangan analog, tetapi proses penyeimbangan dilakukan dengan tombol digital, bukan roda pemutar.

KIAT PAKAR MDMICHELE DOLAN
Pelatih Pribadi Besertifikasi
Tahukah Anda? Lama-kelamaan, akurasi timbangan pegas tua akan berkurang. Sementara itu, timbangan digital modern sangat akurat dan merupakan pilihan terbaik bagi sebagian besar orang karena tersedia dalam beragam model dan harga.”

Gambar 2

Timbanglah sebuah benda yang beratnya diketahui. Salah satu cara untuk memeriksa akurasi timbangan badan adalah menggunakan benda dengan bobot yang diketahui. Benda yang dipilih harus cukup berat sehingga bisa menggerakkan angka secara signifikan, tetapi juga bisa Anda bawa dengan mudah. Misalnya, sekantong tepung atau gula yang belum dibuka. Keduanya biasanya dijual dalam kemasan 1-5 kg dan memiliki berat yang konsisten.

Bobot kertas atau kantong plastik yang digunakan sebagai kemasan tidak akan memengaruhi berat objek. Namun, jika tepung atau gula dikemas dalam karung atau wadah logam, Anda tidak akan mendapatkan hasil akurat. Coba gunakan benda lain.
Anda juga bisa menggunakan barbel tangan. Bobot barbel biasanya dicetak di bagian samping. Lakukan pengetesan untuk melihat apakah hasil timbangan sesuai dengan bobot tersebut.

Gambar 3

Lakukan penimbangan beberapa kali. Cara lain untuk mengecek akurasi timbangan adalah menimbang objek beberapa kali. Pilihlah benda yang beratnya diketahui, misalnya barbel tangan atau sekantong gula. Taruh di atas timbangan dan catat hasilnya. Angkat objek dari timbangan dan biarkan jarum/angka timbangan kembali ke nol. Taruh objek di atas timbangan sekali lagi. Catat kembali hasil timbangannya. Ulangi prosedur ini minimal 5 kali untuk memastikan timbangan menunjukkan hasil yang konsisten saat menimbang objek yang sama berkali-kali.

Anda bisa menimbang objek lebih dari 5 kali jika mendapatkan hasil yang tidak konsisten. Pastikan saja Anda melakukan pengulangan dalam hitungan ganjil sehingga tidak mendapatkan hasil yang seimbang.

Gambar berjudul Know if Your Scale Is Working Correctly Step 4

Timbanglah dua objek sekaligus. Cara lain untuk memeriksa akurasi timbangan adalah melakukan tes dengan menimbang dua objek sekaligus. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan hasil timbangan lebih besar yang akan membantu pengetesan timbangan untuk bobot yang lebih besar. Selain itu, langkah ini akan mengetes akurasi timbangan dengan distribusi bobot yang tidak merata. Hal ini akan berguna saat Anda menimbang badan karena terkadang kita tidak selalu berdiri dengan bobot yang terdistribusi secara merata pada kedua kaki.

Taruh satu objek di atas timbangan. Catat beratnya. Angkat benda itu dan biarkan timbangan kembali ke nol. Taruh objek lain di atas timbangan dan catat beratnya. Angkat benda itu dan biarkan timbangan kembali ke nol. Sekarang, taruh kedua benda tadi di atas timbangan secara bersamaan. Catat berat keduanya. Tambahkan berat masing-masing objek secara terpisah dan lihat apakah hasilnya sama dengan yang tertera pada layar timbangan saat Anda menimbangnya bersama-sama.

Jika hasilnya sama dengan berat total, artinya timbangan akurat. Jika tidak, ulangi prosedur yang sama dan lihatlah apakah timbangan terus-menerus menunjukkan nilai yang salah.

Gambar berjudul Use a Scale Step 13

Timbanglah bobot Anda sambil memegang sebuah objek. Anda juga bisa menimbang badan saja, mencatat hasilnya, kemudian naik ke atas timbangan dengan objek yang memiliki bobot tertentu, misalnya barbel 2 kg atau tepung kemasan 1 kg. Periksa apakah berat Anda meningkat sesuai bobot objek yang Anda pegang. Jika iya, artinya timbangan akurat.

Contohnya, jika Anda naik ke timbangan dan mendapat hasil 65 kg, itu berarti berat akan naik menjadi 67 kg jika Anda menimbang badan sambil memegang barbel 2 kg.

Gambar berjudul Know if Your Scale Is Working Correctly Step 5

Pindahkan lokasi timbangan. Timbangan bisa dipengaruhi permukaan tempatnya diletakkan. Tempat terbaik untuk meletakkan timbangan adalah permukaan yang keras seperti lantai kamar mandi atau dapur yang rata. Jika diletakkan di atas karpet atau permukaan lunak lainnya, timbangan bisa tidak seimbang dan memberikan hasil pembacaan yang tidak akurat. Timbanglah badan atau sebuah objek di lokasi tempat Anda menaruh timbangan.

Kemudian, kosongkan timbangan dan pindahkan ke lokasi berbeda dan lebih stabil. Timbang objek yang sama lagi. Anda harus mendapatkan hasil yang sama. Jika tidak, salah satu lokasi memberikan hasil yang tidak akurat. Lakukan pengetesan dengan menimbang objek yang beratnya diketahui untuk memastikan lokasi mana yang lebih akurat

Cobalah untuk menggunakan timbangan di lokasi yang sama setiap hari. Dengan begitu, meskipun timbangan kurang akurat, setidaknya Anda akan mendapatkan kesalahan yang sama setiap hari. Artinya, angka yang ditunjukkan (meski tidak akurat) bisa menjadi indikasi berapa besar kenaikan atau penurunan bobot tubuh yang Anda alami karena nilai awalnya selalu sama.

Metode 2
Mengetes Timbangan Dapur
Gambar berjudul Know if Your Scale Is Working Correctly Step 6

Pelajari mengapa akurasi sangat penting. Timbangan dapur digunakan untuk menimbang sesuatu dalam skala lebih kecil dibanding timbangan badan. Namun, dalam program penurunan berat badan, akurasinya tetap dianggap penting. Menakar makanan adalah bagian integral dalam banyak program diet dan akan membantu Anda melacak asupan kalori. Oleh karena timbangan dapur digunakan untuk menimbang massa kecil, mengetes akurasinya akan menjadi tantangan tersendiri.
Timbangan dapur juga sangat berguna dalam proses memasak dan mengikuti resep.

Gambar berjudul Know if Your Scale Is Working Correctly Step 7

Lakukan uji tera. Untuk memastikan timbangan dapur mulai dari nol, Anda harus melakukan uji tera. Dengan cara ini, Anda akan mengetahui apakah timbangan mengukur berat dari nol. Nyalakan timbangan. Anda harus melihat angka nol. Jika tidak, tekan timbangan perlahan. Lepaskan dan lihat apakah angka kembali ke nol. Jika tidak, tekan tombol “Tare” pada timbangan. Langkah ini akan mengembalikan pengukuran perangkat saat ini menjadi nol.

Untuk mengetahui apakah proses uji tera berjalan baik, ambil sebuah objek, misalnya apel, dan taruh di atas timbangan. Setelah berat apel ditampilkan, catatlah dan tekan tombol tare untuk membuat angka kembali ke nol. Setelah angka kembali ke nol, angkat objek dari timbangan. Angka yang ditampilkan (dalam bentuk negatif)) harus sama dengan angka yang Anda catat sebelumnya.

Gambar berjudul Know if Your Scale Is Working Correctly Step 8

Ambil beberapa uang logam. Setelah mengetahui timbangan menunjukkan keseimbangan, Anda harus memeriksa kinerjanya. Untuk tujuan ini, koin sangat cocok digunakan. Setiap koin memiliki berat spesifik dan sangat kecil sehingga memudahkan Anda memeriksa keakuratan pengukuran masa yang lebih kecil. Kumpulkan beberapa koin (dalam pecahan berbeda). Koin-koin ini akan membantu Anda menentukan seberapa akurat timbangan sesuai kemampuannya.

Cobalah untuk menggunakan koin baru. Seiring waktu, koin akan mengalami penyusutan sehingga bisa mengubah beratnya.

Gambar berjudul Know if Your Scale Is Working Correctly Step 9

Lakukan pengecekan untuk timbangan yang membulatkan hasil pembacaan ke dalam gram terdekat. Jika timbangan Anda membulatkan hasil pembacaan ke gram terdekat, gunakan koin Rp1.000. Setiap koin memiliki berat 4,50 gr (keluaran tahun 2010). Nyalakan timbangan dan pastikan menunjukkan angka nol. Taruhlah satu koin di atas timbangan dan catat hasilnya. Tempatkan koin lain dan catat berat yang baru. Tempatkan koin satu lagi dan catat beratnya.

Jika timbangan akurat, berat harus bertambah 5 gr setiap kali Anda menambahkan koin. Jika tidak, cobalah koin lain untuk mengganti koin yang memberikan hasil menyimpang. Mungkin saja koin itu sudah lama dan menyusut. Jika hasilnya tetap menyimpang, timbangan mungkin tidak akurat.

Gambar berjudul Know if Your Scale Is Working Correctly Step 10

Lakukan pengecekan untuk timbangan yang menggunakan pengukuran sepersepuluh gram. Beberapa timbangan sangat akurat sehingga dapat menghitung massa hingga sepersepuluh gram. Jika Anda memiliki timbangan seperti ini, gunakan koin Rp500 untuk mengecek akurasi karena berat masing-masing sekitar 3,10 gr (keluaran tahun 2003).

Nyalakan mesin dan pastikan dimulai dari angka nol. Taruhlah satu koin di atas timbangan dan catat beratnya. Tambahkan dua koin lagi satu persatu, sambil mencatat berat masing-masing. Anda harus mendapatkan hasil 3,10 gr, 6,20 gr, dan 9,30 gr.


Jika hasilnya menyimpang, coba gunakan koin berbeda untuk mengganti koin yang memiliki bobot berbeda. Jika hasilnya tetap menyimpang, timbangan kemungkinan tidak akurat.

Gambar berjudul Know if Your Scale Is Working Correctly Step 11

Lakukan pengetesan pada timbangan presisi. Beberapa timbangan dapur memiliki tingkat presisi yang tinggi dan memberikan hasil yang sangat detail hingga seperseratus gram. Untuk timbangan ini, gunakan koin Rp200 yang memiliki bobot 2,38 gr. Letakkan satu koin di atas timbangan dan catat beratnya. Tambahkan satu koin lagi dan catat beratnya. Dua koin sudah cukup untuk mengetes timbangan ini karena hanya dibutuhkan dua hasil pembacaan untuk mengetes akurasinya.

Anda harus mendapatkan hasil 2,38 gr dan 4,76 gr. Jika tidak, timbangan kemungkinan tidak akurat.

Disusun bersama Michele Dolan
Tips
Perlu diingat bahwa banyak timbangan memiliki berat maksimal yang dapat diukur. Periksalah spesifikasi timbangan Anda atau carilah informasi tersebut di internet untuk memastikan apakah timbangan Anda memiliki berat maksimal yang dapat diukur.
Referensi
↑ http://www.caloriecount.com/forums/weight-loss/accurate-scale
↑ http://www.tutelman.com/golf/measure/digitalScaleTest.php
↑ http://www.tutelman.com/golf/measure/digitalScaleTest.php
↑ http://www.tutelman.com/golf/measure/digitalScaleTest.php
↑ http://www.caloriecount.com/forums/weight-loss/accurate-scale
↑ http://food52.com/blog/11337-how-to-check-the-accuracy-of-your-kitchen-scale
↑ http://www.tutelman.com/golf/measure/digitalScaleTest.php
↑ http://lifehacker.com/test-your-kitchen-scale-s-accuracy-with-pocket-change-1638466253
↑ http://food52.com/blog/11337-how-to-check-the-accuracy-of-your-kitchen-scale
↑ http://food52.com/blog/11337-how-to-check-the-accuracy-of-your-kitchen-scale
↑ http://food52.com/blog/11337-how-to-check-the-accuracy-of-your-kitchen-scale
↑ http://lifehacker.com/test-your-kitchen-scale-s-accuracy-with-pocket-change-1638466253

Share:

Membuat Inverter DC ke AC Lengkap

Langkah Membuat Inverter DC Ke AC Lengkap

Peralatan modern di jaman ini lebih sering menggunakan listrik baik AC ataupun DC sebagai sumber tenaganya.

Apabila menggunakan sumber arus DC saat akan digunakan diwilayah minim listrik atau pedalam jauh mungkin anda bisa membawa battery, aki kering atau aki basah.

Di rumah maupun di berbagai tempat, alat elektronik paling sering digerakkan oleh sistem listrik arus bolak balik atau arus AC. Masalahnya, sumber arus AC sendiri biasanya hanya dimiliki oleh listrik yang diberikan oleh perusahaan listrik.

Jika anda dalam keadaan yang genting seperti listrik yang padam atau tempat yang jauh dari sumber listrik, tentu penggunaan listrik ini akan memerlukan peralatan yang bisa membantu anda mendapatkan listrik arus AC di tempat tersebut.

Dari berbagai pilihan yang bisa anda ambil, anda bisa memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan inverter DC ke AC yang mampu memberikan arus listrik dari DC ke AC.

Salah satu perbedaan mencolok antara DC dan AC adalah aliran listrik dimana pada kasus DC, listrik hanya diserap sampai habis sedangkan AC bekerja terus-menerus arusnya untuk memberikan efek yang lebih awet pada penggunaan listrik.

Sumber arus DC ini biasanya tidak terikat dengan listrik dari perusahaan listrik sehingga dapat digunakan di mana saja. Sumber arus DC yang sering kita temui misalnya seperti batu baterai, baterai aki, dan beberapa jenis zat yang mampu menyimpan kandungan listrik.

Tugas dari inverter sendiri adalah memberikan pengkompresian jenis listrik sehingga listrik tersebut akan cocok dengan peralatan yang membutuhkan arus AC tersebut.

Setelah anda memiliki inverter ini, tentu anda akan mampu menggunakan peralatan anda yang membutuhkan arus ac dengan baik dimana saja.

Kegunaan dari inverter ini tentunya sangat banyak ketika anda memilikinya. Berbagai jenis dari inverter juga banyak yang dijual. Selain itu, beberapa jenis inverter juga dapat dibuat dengan mudah secara manual oleh anda sendiri.

Jika anda ingin berhemat serta bereksperimen dalam membuat inverter ini, anda sebaiknya mempelajari langkahnya. Langkah yang dibutuhkan tidaklah terlalu rumit namun hanya memerlukan langkah yang lumayan banyak.

Desain dari inverter ini masih tergolong sederhana jadi tidak begitu sulit bagi anda untuk mempelajari bentuk dari inverter ini. Berikut akan saya sebutkan langkah untuk membuat inverter DC ke AC dengan mudah.

Cara Membuat Inverter DC ke AC

Ketelitian merupakan kunci dalam membuat inverter ini. Anda pertama-tama perlu mempersiapkan peralatan serta bahan yang bisa anda gunakan untuk membuat inverter. Alat pertama, anda perlu menyiapkan sebuah trafo.

Trafo yang anda pilih adalah trafo dengan step up 10A CT dan bertegangan 12 V.

Jika anda memiliki ukuran ampere yang lebih kecil, anda juga bisa menggunakanya, namun disarankan agar anda memiliki ukuran ampere yang besar karena arus yang lebih besar tentu juga menghasilkan hasil kekuatan yang lebih bagus karena arusnya yang lebih cepat.

Setelah menyiapkan trafo, anda lanjutkan dengan menyiapkan transistor berjumlah 20 buah dengan transistor yang memiliki seri 3055. Setelah mendapatkan transistor, bahan selanjutnya adalah pendingin.

Pendingin digunakan untuk menyerap panas dari trafo karena jika trafo terlalu panas bisa menyebabkan kerusakan pada trafo atau melelehkan bagian trafo. Untuk mendinginkan, biasanya pengubah DC ke AC diberikan alumunium sebagai bahanya.

Alumunium ini sangat bagus dalam menyerap panas dan tentunya tidak mudah mencapai titik didihnya karena tinggi.

Karena itu, aluminium jarang sekali meleleh dan menyebabkan error pada sistem inverter. Ketika suhu pada trafo juga bisa dijaga seminimal mungkin, performa trafo juga akan maksimal sehingga tegangan serta arus yang dihasilkan tetap stabil dan kuat.

Sebagai sumber dari listrik, anda perlu menyediakan sebuah aki tentunya. Aki yang disarankan adalah aki yang bertegangan 12 V untuk menghasilkan arus yang kuat. Setelah siap, untuk proses perangkaian pertama, anda perlu menyiapkan 2 buah resistor berukuran 180 ohm dan dua lagi untuk ukuran 10 ohm.

Kemudian, siapkan pula dua buah diode dengan hep 154 dan juga kondensator dengan jumlah sama dengan ukuran 26 uf 25 V.

Itu adalah rangkaian awal yang perlu dipersiapkan. Sekarang mari kita bahas proses perangkaian dari inverter ini dengan cermat dan anda harus teliti dan memperhatikan setiap detail dari langkah ini sehingga anda tidak merangkai kesalahan dalam proses pembuatan inverter.

Rangkaian Inverter DC ke AC

Langkah berikut ini tentu akan membuat anda harus fokus dalam membuat inverter DC ke AC. Pertama, pada proses pemasangan transistor 3055, pemasangan transistor tersebut disusun secara parallel dengan rincian pada Q2 berjumlah 10 biji dan Q1 juga berjumlah sepuluh biji.

Dengan merangkai parallel seperti ini, tegangan yang dihasilkan bisa sampai 500 watt lebih tentunya.

Dengan rangkaian ini, anda mampu menyalakan berbagai peralatan listrik berenergi besar seperti DVD power amplifier dan alat lain yang memerlukan listrik yang tinggi. Secara detail, anda mulai merakit dengan menyiapkan transistor dengan tipe TIP31C berjenis NPN. Transistor ini akan berperan sebagai pemicu bangkitnya arus AC.

Pada katup positif aki, hubungkan katup positif langsung ke bagian pusat trafo adaptor. Setelah itu, pada katup negatif, anda mulai dengan merakit transistor dan resistor yang anda miliki. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pastikan anda merangkai 10 biji transistor dengan desain rangkaian parallel.

Untuk penggunaan resistor, anda bisa gunakan dengan melakukan rangkaian seri pada resistor guna memperbesar ukuran resistor ini. Pada katup output AC, pastikan anda sudah memasang kabel yang panjang sehingga dapat menjangkau jangkauan yang luas untuk pembuatan inverter ini.

Setelah selesai, anda bisa lekatkan bagian-bagian resistor pada papan atau anda sudah menyiapkan wadah yang akan digunakan sebagai casing dari inverter sendiri.

Jika anda ingin membuat input yang berbeda ataupun output berbeda, anda bisa menyesuaikan komponen lain untuk membuatnya. Anda hanya perlu mempelajari bagaimana sistem dari resistor dan transistor dalam memperbesar maupun memperkecil arus dari sumber inverter DC ke AC.

Jika anda sudah mengetahui hal tersebut, membuat variasi guna mendapatkan hasil yang maksimal untuk proses pengubahan arus akan mudah.

Ilmu untuk melakukan variasi ini biasanya akan mudah ditemukan pada buku elektro dan pemahamanya pun tidak akan begitu sulit. Anda hanya perlu mengamalkan sebuah rumus guna menerapkan fungsi dari inverter ini.

Harga Inverter Murah

Jika anda mungkin kesulitan dalam membuat inverter, anda tentu bisa mendapatkan inverter yang siap pakai. Banyak sekali produk inverter yang hadir di toko elektronik namun tentunya dengan harga yang lumayan menguras kantong jika anda ingin mendapatkan inverter dengan output yang besar.

Untuk inverter murah, biasanya inverter tersebut memiliki output kecil. Untuk inverter murah, rata-rata output yang dihasilkan mencapai 100 watt saja.

Harga kisaran yang sering diberikan untuk inverter ukuran tersebut adalah 250 ribu per unit. Inverter seukuran ini tentu tidak akan kuat untuk mengoperasikan peralatan bertenaga besar seperti televisi.

Inverter ini hanya mampu mengoperasikan handphone, MP3, ataupun IPOD. Kualitasnya pun tergolong kurang baik dan untuk kualitas yang baik, biasanya harganya cukup tinggi.

Kemudian, jika anda ingin menyalakan hal yang lebih besar seperti VCD ataupun DVD, paling tidak, anda memiliki inverter yang menghasilkan output sebesar 300 watt.

Ukuran ini sudah dapat membantu anda untuk menyalakan peralatan yang disebutkan diatas. Untuk ukuran ini, harga murah yang ditawarkan bisanya berkisar antara 300 ribu sampai dengan 350 ribu.

Harga tersebut tentu untuk kualitas rendah karena kualitas terbaik yang dirangkai dengan bahan yang lebih baik pula akan memberikan harga yang berbeda pada kasus ini. Keawetan juga kurang jika anda mencari inverter dengan ukuran murah ini.

Untuk inverter DC-AC yang mampu menyalakan peralatan rumah tangga, ukuran minimal yang harus dimiliki untuk outputnya adalah 500 watt.

Ukuran ini tergolong pas karena hanya bisa digunakan pada satu peralatan saja. Ukuran 500 watt ini dapat menyalakan televisi berukuran 14”.

Kemudian kipas angin, printer deskjet, dan perangkat rumah tangga lain. Untuk ukuran ini, inverter yang dijual biasanya berkisar dari harga 500 ribu sampai dengan 600 ribu. Itupun untuk harga termurah dengan kualitas yang pas-pasan.

Jika anda menghendaki keawetan lebih untuk inverter ini, anda perlu membeli inverter yang lebih besar. Ketika inverter yang sudah disebutkan diatas merupakan inverter yang berasal dari sumber sebesar 12 volt jika anda membutuhkan tenaga yang lebih besar pada output, tentu komponen juga akan semakin mahal.

Pada kasus inverter 1000 watt, anda akan membutuhkan uang sebesar 2 juta untuk harga per unit dari inverter tersebut. Inverter ini sangat bermanfaat jika digunakan untuk menangani peralatan yang banyak pada mobil atau pengganti listrik mati.

Untuk inverter yang lebih besar misal, 2000 watt, biasanya kisaran penjualan termurah berkisar sampai 3.7 juta sampai dengan 4 juta. Untuk yang lebih besar lagi, yaitu 3000 watt, harga kisaran yang ada bisa dimulai dari 4.5 juta sampai dengan 5 juta.

Tentunya dengan kapasitas yang semakin besar, semakin banyak pula kegunaan yang didapat.

Untuk sumber yang lebih besar, misal aki dengan ukuran 48 V, tentu saja harganya juga semakin tinggi. Untuk aki berukuran 48 V, untuk menghasilkan 300 watt saja, paling murah inverter ini dijual dengan harga 900 ribu.

Kemudian, untuk output 600 watt, harga yang diberikan berkisar antara 3 juta sampai 3.3 juta. Untuk ukuran 1000 watt, harga yang diberikan berkisar 5 juta sampai dengan 5.7 juta.

Kemudian, untuk output terbesar yaitu 300, harga yang diterapkan biasnya mulai dari 7.5 juta sampai dengan 8.5 juta untuk model termurah tentunya. Harga tersebut biasanya diberikan untuk kualitas sedang, sedangkan kualitas baik dijual dengan harga lebih tinggi.

Harga Inverter Toshiba

Jika anda mencari inverter yang berkualitas, salah satunya adalah inverter Toshiba. inverter DC ke AC dari Toshiba memiliki kualitas serta kinerja yang prima. Kualitas tidak hanya pada kinerja saja, namun juga pada komponennya.

Bahan yang digunakan untuk membentuk komponen biasanya tahan panas serta lebih efektif dalam bekerja. Keawetan dari inverter juga berasal dari ketahanan melawan alam seperti tahan karat dan bahan yang tidak mudah lapuk.

Oleh karena itu, anda sebaiknya memilih merek ini ketika anda mengutamakan kualitas dibandingkan dengan harga dari inverter tentunya.

Untuk harga dari inverter DC ke AC Toshiba di kelas ringan misal dengan output 100 kw – 200 kw, biasanya harga yang diberikan untuk inverter ukuran ini berkisar dari harga 500 ribu sampai dengan 600 ribu.

Tentu saja harganya berbeda karena Toshiba telah terbukti memiliki kualitas yang baik untuk produk inverter ini. Inverter ini juga dilengkapi dengan teknologi untuk mengetahui sisa energy serta berbagai setting yang akan memudahkan pengaturan saat penggunaan inverter tersebut.

Tentunya petunjuk penggunaan juga tidak akan menyulitkan pengguna. Untuk output yang lebih besar, harga penjualan dari inverter juga semakin besar tentunya.

Untuk kisaran mulai dari 500 watt sampai dengan 1000 watt, harga yang ditawarkan berkisar mulai dari 700 ribu sampai dengan harga 3 juta.

Harga meningkat mulai dari output terkecil hingga output terbesar tentunya. Fitur yang canggih tentu juga masih diberikan pada seri inverter ini.

Dengan harga setinggi itu, anda tidak usah khawatir. Bahwasanya, harga tersebut sebanding dengan kualitas karena inverter ini sangat awet.

Inverter ini tahan terhadap efek cuaca juga jadi anda bebas menaruh inverter ini namun dengan catatan tidak terkena dampak air secara langsung.

Komponen elektronik sangat lemah terhadap air dan dapat menimbulkan konslet ketika berhubungan dengan air. Dibutuhkan kehati-hatian anda dalam penempatan jika berhubungan dengan air.

Rangkaian Inverter DC to AC 1000 Watt

Output yang besar seperti ukuran 1000 watt sebenarnya memiliki dasar yang sama dengan output kecil lainnya. Jadi, anda seharusnya tidak terlalu memikirkan kerumitan untuk membuat komponen ini karena anda hanya perlu mengembangkan hasil yang sudah ada dari komponen ber-output kecil.

Berikut ni, untuk membuat rangkaian inverter DC to AC 1000 watt, anda hanya memerlukan beberapa tambahan ukuran maupun jumlah komponen.

Untuk sumber, anda tetap bisa menggunakan sumber dengan tegangan yang sama. Berikut ini akan saya jelaskan beberapa langkah untuk membuat inverter dengan output yang besar pada sesi ini.

Untuk membuat inverter DC ke AC, anda bisa mulai dengan menyiapkan trafo dengan voltase sebesar 12 V saja namun arus minimal harus 10 Amp.

Kemudian, untuk pilihan transistor, anda disarankan menggunakan transistor power mosfet IRFZxx atau memakai IRFZ44 berjumlah dua buah bias. Anda bisa mendapatkan transistor ini dari bekas pendingin prosesor atau membelinya di toko elektronik.

Kemudian, tambahkan juga dua transistor NPN c945 untuk menambah kemampuan inverter. Anda juga akan membutuhkan kotak PCB. Untuk mendapatkannya, anda bisa membuat sendiri ataupun membelinya di toko elektronik.

Untuk wadah dari rangkaian, anda bisa mencari kotak besi atau mencari bekas power supply dari komputer anda yang sudah rusak. hal tersebut sangat mudah untuk dilakukan.

Semua kebutuhan tersebut tinggal dirangkai sesuai dengan rangkaian inverter pada umumnya untuk transistor dan resistor ataupun bagian trafonya.

Setelah terangkai, pastikan anda juga mengecek apakah ada bagian dari rangkaian yang tidak bekerja dengan menggunakan plipop.

Jika ada yang tidak bekerja, anda bisa melihat rangkaian short circuit. Jika ada overlapping, anda harus membenarkan baik dari rangkaian yang mungkin meleset dari seri ke parallel maupun sebaliknya.

Kerumitan pada pembuatan inverter DC to AC ini tidak begitu membingungkan, Cuma membutuhkan ketelitian dari pembuat saja. Pembuat harus tahu aliran mana yang mengalami kesalahan karena rangkaian yang meleset atau ada bagian rangkaian yang belum tersambung dengan benar.

Ketika anda membuat rangkaian inverter DC ke AC, anda juga harus memperhatikan keselamatan penggunaan. Untuk inverter yang dibuat dengan bentuk yang berbeda, biasanya kita mendapatkan masalah karena kurangnya sistem keamanan.

Sistem keamanan yang paling efektif adalah dengan dibuatkan saklar fuse, atau sikring. Sikring ini akan membuat sistem bekerja lebih aman karena jika ada kesalahan, tentu rangkaian akan seketika mati dan tidak membahayakan pengguna.

Lampu indikator juga penting guna mengetahui apakah inverter rangkaian bekerja dengan baik, jadi anda tidak perlu secara ceroboh menyentuh bagian perangkat yang masih dalam bentuk bekerja. Hal ini dapat melukai kita karena tersetrum listrik.

Sekarang, jika anda membutuhkan inverter DC ke AC, anda bisa memilih apakah anda ingin membuatnya sendiri atau membelinya. Harga inverter tidak murah karena memang memberikan manfaat yang banyak.

Untuk anda yang sering bepergian jauh dan membutuhkan banyak listrik karena anda jauh dari sumber listrik, inverter adalah sahabat yang pas.

Anda tidak perlu khawatir untuk mengisi baterai handphone ataupun menggunakan alat elektronik lain karena inverter akan memberikan anda arus yang anda inginkan dengan mudah. Inverter memberikan banyak manfaat bagi kita dan tentunya, kita juga harus bijak memilih inverter yang kita butuhkan agar uang yang kita beli untuk inverter tersebut sesuai dengan fungsi yang kita dapat. iae

Share:

Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Caratekno.com – Awal tahun 2020 ini dunia digemparkan oleh wabah yang bermula dari kota Wuhan, China sejak bulan Desember 2019. Wabah ini ditengarai menular dari hewan ke manusia.

hand sanitizer image by thejakartapost.com

Sungguh diluar perkiraan wabah virus mutan ini menular dengan sangat cepat.

“Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk. Percikan ini juga dapat dihasilkan dari bersin dan pernapasan normal. Selain itu, virus dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang. Penyakit COVID-19 paling menular saat orang yang menderitanya memiliki gejala, meskipun penyebaran mungkin saja terjadi sebelum gejala muncul.

Periode waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar lima hari, tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari Gejala umum di antaranya demam, batuk, dan sesak napas. Komplikasi dapat berupa pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut. Tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus khusus untuk penyakit ini. Pengobatan primer yang diberikan berupa terapi simtomatik dan suportif.

Langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan di antaranya mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, serta pemantauan dan isolasi diri untuk orang yang mencurigai bahwa mereka terinfeksi.” [sumber: Wikipedia]

Virus dengan nama lengkap Corona Virus SARS-Cov-2 atau 2019-nCoV. Nama koronavirus berasal dari bahasa Latin corona dan bahasa Yunani κορώνη (korṓnē, “lingkaran, untaian”), yang berarti mahkota atau lingkaran cahaya.

Masuk ke Indonesia terindifikasi awal Maret bulan lalu sebagai virus import, kenapa? sebab carrier virus ini diduga dari turis Jepang yang sedang melakukan event pertemuan 14 Februari kemarin.

Pasien pada kasus 1 dan kasus 2 merupakan klaster Depok yang juga ikut dalam acara tersebut. Begitu Covid-19 ini masuk ke Indonesia karuan saja semua warga terkhusus yang dekat dengan pasiesn positif sontak kaget.

Hampir semua produk sanitasi dan kesehatan laris manis tak luput juga sanitizer dan masker bisa dibilang langka dipasaran atau harga yang mahal. Sanitizer di Apotek dan toko alat kesehatan juga kehabisan stok karena bahan utamanya

Artikel kali ini akan coba membantu Anda yang di rumah untuk membuat hand sanitizer dengan formulasi yang mudah didapatkan.

KOMPOSISI HAND SANITIZER BAHAN ALAMI

  • Hand Sanitizer Alami dengan Lidah Buaya dan Minyak Esensial
  • Hand Sanitizer Alami dengan Cuka Putih
  • Hand Sanitizer Alami dengan Lemon
  • Hand Sanitizer Alami dengan Daun Sirih dan Kulit Rambutan
  • Hand Sanitizer Alami dengan Daun Kemangi dan Lidah Buaya

KOMPOSISI HAND SANITIZER BAHAN KIMIA

  • Alkohol 60% (lebih tinggi persentasenya lebih efektif membunuh bakteri-virus)
  • Gliserol (untuk menjaga kelembaban kulit)
  • Etanol (disarankan WHO)
  • Hidrogen peroksida (H2O2)
  • dan Air aquades (H2O non mineral)

Sebagai catatan, perlu diperhatikan cara membuat hand sanitizer, karena menggunakan bahan kimia.

Mengacu pada proses pembuatan versi WHO, Anda harus menunggu sekitar 72 jam hingga hand sanitizer buatan sendiri itu siap dipakai.

Cara Membuat Hand Sanitizer

Bahan lidah buaya dan bahan Essensial

Bahan lidah buaya yang mudah didapat dipekarangan rumah serta sangat mudah menanam dan pemeliharaannya.

Lidah buaya sangat kaya manfaat diantaranya berguna agar kulit terasa lebih lembut, karenanya sejak dulu lidah buaya paling sering digunakan untuk bilasan rambut dan lulur.

Campurkan alkohol konsentrasi lebih 70% dan lidah buaya agar tidak kering di tangan. Sebagai pelengkap agar lebih wangi bisa tambahkan minyak esensial wangi lavender atau wewangian lainnya sesuai selera.

Bahan Lemon

Buah jeruk lemon yang sangat wangi semerbak memiliki kandungan asam yang tinggi sekali sangat efektif untuk membasmi virus dan bakteri. Cara membuatnya campurkan air perasan lemon dengan sedikit air suling (aquades) ke dalam botol spray.

Semprotkan pada telapak tangan bila ingin menggunakannya sebagai sanitizer, tidak hanya efektif membunuh kuman juga bisa membuat kulit lebih cerah dan bersih.

Bahan daun sirih dengan kulit rambutan

Untuk mendapatkan ekstrak daun sirih dan kulit rambutan dengan cara merebus hingga mendidih kemudian dinginkan begitu saja di atas kompor.

Setelah rebusan daun sirih dan kulit rambutan dingin, kemudian masukkan ke dalam botol semprotan. Gunakan ekstrak sebagai cairan pencuci tangan praktis setiap saat.

Bahan Cuka Putih

Siapa yang tidak tahu cuka putih? ayo ngaku. Kalau pernah makan di warung bakso pasti tahu ada botol putih kecil biasanya tertulis cuka. Air cuka yang bersifat asam tinggi biasa digunakan kuliner masakan sebagai bumbu pendamping. Bisa juga sebagai obat anti infeksi kulit efektif membunuh kuman dan bakteri.

Membuatnya sangat mudah, campurkan air cuka dan air bersih (lebih baik air non mineral) dengan perbandingan air dan cuka 8:2. Masukkan air ke dalam botol spray masukkan ke dalam kulkas agar terjaga kualitasnya.

Share:

Labels

Blog Archive