Skip to main content

Membuat Charger Aki Otomatis dengan Relay

Rangkaian ini adalah rangkaian charger aki yang bekerja secara otomatis menggunakan relay sebagai saklar pemutus arusnya. Penggunaan relay pada rangkaian ini bertujuan supaya pada saat aki penuh rangkaian akan benar-benar terputus dengan sumber, alasan ini merupakan pertimbangan yang penting untuk penghematan energi, selain itu juga bertujuan untuk proteksi terhadap aki supaya umur pakainya lebih lama.

rangkaian charger aki

Prinsip Kerja Rangkaian


Rangkaian ini menggunakan prinsip kerja seperti sistem pompa otomatis pada tampungan/tandon air. Charger dianalogikan sebagai pompa air sedangkan aki adalah tampungan/tandon airnya. Mula-mula saat aki kosong maka charger akan mengisi aki sampai penuh, saat penuh maka charger akan mati. Saat aki dipakai dan tegangannya berkurang pada level tertentu maka charger akan menyala kembali, begitu seterusnya. Setingan level saat charger mulai menyala dan mulai mati dapat diset menggunakan potensiometer.


rangkaian charger aki

IC 555 berfungsi sebagai dua komparator dan set-reset flip-flop. Untuk set flip-flop, sebuah pembagi tegangan dan VR1 masuk ke pin 2, dan untuk reset flip-flop masuk melalui pin 6. Saat tegangan baterai rendah maka flip-flop akan mendapat sinyal set dan keluaran dari pin 3 akan mengaktifkan relay. Saat tegangan naik dan baterai penuh maka flip-flop akan mendapat sinyal reset, dan keluaran akan mematikan relay, begitu seterusnya. Saat baterai berada pada level tengah dan kita ingin melakukan pengisian secara manual maka S1 dapat ditekan untuk menyalakan charger secara manual.





Contoh Aplikasi


Modul charger ini dapat digunakan untuk mengisi aki 12 Volt dengan kapasitas maksimal 100Ah. Dapat digunakan untuk mengisi aki basah maupun aki kering. Selain itu modul ini juga dapat dipasang sebagai proteksi pada charger UPS dan charger pada emergency lamp agar aki tidak diisi terus menerus pada saat aku telah terisi penuh.

Petunjuk penyetelan dan perakitan


Pada modul charger ini terdapat sebuah terminal masukan, terminal keluaran, dan terminal saklar pemutus. Terminal masukan disambungkan ke dioda bridge dan transformer sebagai sumber tegangan DC 18 Volt. Terminal keluaran disambungkan ke aki yang akan diisi. Terminal saklar pemutus disambung secara seri dengan lilitan primer transformer.



Modul Jadi siap Pakai


Apabila anda berminat untuk membuat rangkaian ini tetapi tidak ingin terlalu repot, kami menyediakan modul jadi siap pakai tanpa travo. Berikut adalah beberapa foto Modul Pengisi Aki Otomatis dengan relay pemutus.

referensi artikel : innovasi.blogspot.com/2014/05/rangkaian-pengisi-aki-otomatis-dengan.html

Comments

  1. untuk aki berapa volt, klw untuk aki motor bisa tidak

    ReplyDelete
  2. Brp om hargay modul n bisa tidak tuk aki motor or aki lampu emergensi

    ReplyDelete
  3. Brp om hargay modul n bisa tidak tuk aki motor or aki lampu emergensi

    ReplyDelete
  4. klo difungsikan jadi charger laptop otomatis bisa g bro?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kl buat laptop g bisa kan jenisnya beda (lithium ion) ntar bukannya ngecharge malah ngedeblug laptopnya.... heee

      Delete
  5. Min, Resistor 11 dan 12 berapa nilainya..? trus rangkaiannya itu working tidak..?

    ReplyDelete
  6. Kalau mau beli rankaian jadi tanpa travo, Berapa ya mas ? kirim ke ridwan.anwar@yahoo.com

    ReplyDelete
  7. kalo ingin outputnya 14volt gimana caranya

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah sangat berguna.. makasih yaa.. Smoga di lancarkan Rejekinya dan ilmunya, trus brbagi dan berinovasi salan teknisi

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mas.. semoga Sukses ya... Tks

      Delete
    2. kalau mau beli dimana? dan berapa harganya Bro...?

      Delete
  9. Gan klo skr beli masih ada nggak ? yang harga 100rb tanpa trafo

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan komentar yang baik ya...!

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...