Skip to main content

Lebih Akurat Mana, Timbangan Badan Analog atau Timbangan Badan Digital?

Caratekno – Biasanya timbangan sering digunakan di kehidupan sehari-hari mulai kebutuhan warung sembako, penjual sayur atau buah di pasar, timbanga bumbu/ kompi di dapur sampai timbangan badan dan timbangan berat yang biasa diperuntukkan barang berat di gudang.

Secara umum, ada dua jenis timbangan badan yang ada di pasaran, yaitu analog dan digital. Kedua alat untuk mengukur berat badan ini memiliki kelebihan masing-masing. Lantas, di antara keduanya, manakah yang lebih baik? Simak ulasan berikut untuk menemukan jawabannya.

Timbangan badan digital vs analog

Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, timbangan mungkin jadi salah satu alat yang paling krusial untuk dimiliki. Tanpa adanya alat ukur ini, Anda tak akan pernah tahu apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum. Di pasaran, timbangan badan digital maupun analog dijual dengan berbagai macam jenis, ukuran, dan bentuk.

Nah, jika Anda ingin membeli timbangan badan tapi masih bingung untuk menentukan pilihan yang tepat, berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan dari keduanya.

Timbangan digital

Timbangan digital disebut juga dengan timbangan elektronik. Timbangan ini bekerja dengan cara mengubah gaya beban suatu benda menjadi sinyal listrik. Nantinya, sinyal listrik tersebut diubah dalam CPU untuk “menerjemahkan” data. Setelah itu, munculah angka bobot barang yang Anda timbang pada papan display yang ada di layar LCD.

Secara umum, banyak orang lebih memilih menggunakan timbangan digital ketimbang yang manual karena faktor keakuratan. Ya, alat ukur ini dapat menunjukkan berat suatu benda lebih mendetail.

Bahkan, beberapa timbangan digital juga mampu menimbang hingga nilai yang paling kecil sekali pun (bilangan desimal). Hasil angka yang ditampilkan di layar juga lebih mudah dibaca, sehingga tidak membingungkan penggunanya

Sayangnya, timbangan ini memiliki harga yang cenderung lebih mahal. Alat ukur ini juga memerlukan baterai yang harus diganti secara berkala agar tetap bisa berfungsi normal. Tak berhenti di situ, timbangan ini juga memiliki sistem kalibrasi yang lebih rumit daripada timbangan analog. Namun, jangan khawatir, jika Anda kebingungan untuk mengkalibrasi alat ukur ini, Anda bisa menggunakan jasa kalibrasi.

Kalibrasi merupakan proses pengecekan dan pengaturan tingkat akurasi suatu alat ukur. Proses ini diperlukan guna memastikan bahwa hasil pengukuran sudah akurat dan konsisten sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Timbangan analog

Timbangan analog adalah timbangan yang bekerja dengan cara mekanik menggunakan sistem pegas. Timbangan ini memiliki tampilan khas, yaitu adanya garis-garis penanda dan jarum kecil yang berfungsi untuk menunjukkan berat suatu benda.

Ketika sebuah benda di tempatkan di atas permukaan timbangan, nantinya jarum akan berputar untuk menunjukkan bobot dari benda tersebut. Akan tetapi, garis-garis penanda yang ada di timbangan analog sering kali terlalu kecil dan rapat, sehingga beberapa orang mengeluh kesulitan untuk membaca hasil akhirnya.

Selain itu, jika Anda menggunakan timbangan ini, Anda juga perlu memastikan terlebih dahulu kalau jarum timbangan ada di angka nol. Jika tidak, maka timbangan tidak akan menunjukkan hasil yang sebenarnya. Dibanding timbangan digital, tingkat keakuratan alat ukur ini juga lebih rendah. Pasalnya, jarum timbangan bisa ikut bergerak jika benda yang timbang bergerak, meski hanya sedikit saja.

Kabar baiknya, timbagan analog disebut-sebut lebih awet daripada timbangan digital. Perawatannya juga dinilai tidak seribet timbangan digital karena Anda tak harus mengganti baterai secara berkala. Di pasaran, alat ukur jenis ini juga memiliki harga yang lebih murah ketimbang timbangan digital.

Lalu, timbangan badan mana yang paling baik?

Keputusan untuk membeli timbangan badan mana yang terbaik tergantung pada kebutuhan Anda. Jika Anda membutuhkan timbangan dengan keakuratan yang spesifik, mudah dibawa dan dipahami, timbangan digital jawabannya.

Perlu dipahami bahwa alat ukur ini biasanya dijual dengan harga yang relatif lebih mahal daripada timbangan analog. Tak hanya itu, timbangan ini juga membutuhkan perawatan khusus, seperti pergantian baterai secara berkala. Anda juga mungkin membutuhkan biaya lebih untuk membayar jasa kalibrasi.

Sementara jika Anda mencari timbangan yang bisa digunakan jangka panjang dan minim perawatan, Anda bisa memilih timbangan analog. Pasalnya, alat ukur jenis ini sering kali menggunakan bahan material yang tahan banting dan tidak cepat rusak.

Anda juga tidak memerlukan biaya tambahan untuk membeli baterai karena pada dasarnya timbangan jenis ini tidak memerlukan baterai. Namun, timbangan analog cenderung berukuran lebih besar dan lebih berat daripada timbangan digital.

Tips memilih timbangan badan yang berkualitas

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari keduanya, kini saatnya Anda mengetahui cara me0milih timbangan badan yang tepat. Entah itu timbangan analog maupun timbangan digital, pastikan Anda jangan asal beli kalau tidak ingin kecewa setelahnya.

Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa jadi bahan pertimbangan sebelum Anda memutuskan membeli timbangan badan.

1. Sesuaikan dengan kebutuhan

Hal pertama yang harus diketahui sebelum beli timbangan badan adalah pastikan Anda membeli sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika untuk bayi, maka belilah timbangan khusus bayi. Timbangan bayi memiliki bentuk yang berbeda dari timbangan pada umumnya.

Bentuknya seperti bak yang berfungsi untuk menidurkan bayi agar mudah saat prpses penimbangan. Sementara jika untuk anak-anak yang sudah besar atau orang dewasa, Anda bisa menggunakan timbangan lantai.

Jadi, pastikan Anda ketahui dulu fungsinya lalu perhatikan jenisnya, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak. Jangan sampai Anda membeli timbangan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang Anda butuhkan.

2. Pilih yang sudah terkalibrasi

Seperti yang sudah disinggung di atas, kalibrasi dalam timbangan berperan penting untuk memastikan bahwa hasil pengukuran sudah akurat dan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Nah, oleh sebab itu, pastikan kalau timbangan yang akan Anda beli sudah terkalibrasi. Biasanya timbangan yang sudah terkalibrasi memiliki segel atau stempel dari badan metrologi.

3. Perhatikan kualitas bahannya

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika ingin membeli timbangan badan adalah kualitas bahan yang digunakan. Sayangnya, tips satu ini jarang diperhatikan karena dinilai tidak penting. Padahal, memerhatikan kualitas bahan timbangan yang Anda beli adalah hal yang wajib.

Pilihlah timbangan yang menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan terbaik. Selain itu, pastikan kalau Anda membeli timbangan yang mudah digunakan. Jadi, Anda tak perlu ribet ketika menggunakannya.

4. Pastikan ada garansinya

Setiap kali Anda membeli produk elektronik, biasanya akan disertai dengan kartu garansi. Kartu ini terbilang penting karena menujukkan jaminan kelayakan produk yang diberikan oleh produsen. Tak hanya itu, kartu garansi juga bisa menunjukkan keaslian suatu produk.

Di Indonesia, garansi produk biasanya tersedia dalam dua jenis, yaitu garansi toko dan garansi pabrik. Garansi pabrik lazimnya dinyatakan secara tegas dan tertulis di kartu. Sedangkan garansi toko biasanya disampaikan secara lisan oleh penjualnya.

Jadi, pastikan timbangan yang Anda beli mendapatkan garansi dari toko atau pabrik pembuatnya.

Referensi: Timbangan Badan Analog vs Timbangan Badan Digital, Manakah yang lebih Akurat? - https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/tips-memilih-timbangan-badan/

Comments

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...