Skip to main content

Mengenal Jenis-jenis Lampu LED

Caratekno – Menurut ulasan laman Wikipedia lampu LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju.

Sederhananya adalah sebuah lampu yang mempunyai polaritas positif dan negatif yang bekerja pada arus searah (DC).

Dalam perkembangannya, LED sudah banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti monitor LED, lampu penerangan jalan/rumah/motor/mobil, bahkan sampai digunakan sebagai lampu hias.

Bahkan dimasa depan semua penerangan jalan dan rumah sudah menggunakan lampu LED dan kita tidak akan menggunakan lampu TL atau CFL lagi.

Mengapa Harus Menggunakan LED?

LED merupakan sebuah terobosan lampu hemat energi. Yang pasti lebih baik dan lebih hemat dari lampu penerangan yang biasa anda gunakan saat ini. Selain itu, LED juga tahan lama.

Silahkan anda bandingkan lampu LED 7 Watt dengan lampu CFL 7 Watt (lampu jari), mana yang lebih terang? Tulis dikomen ya!

Macam – Macam LED

Setelah kita tahu apa itu LED dan kelebihannya, kita akan masuk ke pembahasan macam-macam LED.

Bagi anda yang baru di dunia elektronika, Anda wajib tahu macam-macam LED. Karena hal ini adalah pengetahuan dasar.

LED DIP

LED DIP (dual inline package) adalah jenis LED yang masih banyak digunakan sampai sekarang dan merupakan jenis paling jadul. Untuk ukuran ada yang 3MM, 5MM, 8MM, dan 10MM.

LED DIP sendiri masih dibagi menjadi 2 varian, yaitu Super Bright (kaca transparan) dan Diffused (kaca berwarna, merah, hijau, kuning, dll).

LED SMD/ SMT

Jenis ini adalah yang paling baru. Ukuran LED SMD (Surface Mount Device) ini jauh lebih kecil dan lebih tipis sehingga bisa menghemat ruang ketika disolder ke papan PCB (Printed circuit board).

Jika dibanding dengan DIP, LED SMD/ SMT (Surface Mounted Technology) jauh lebih terang. Tapi kelemahannya mudah panas. Untuk ukuran ada banyak sekali, Anda bisa melihatnya disini. Tapi paling umum digunakan adalah ukuran SMD 2835 (2.8mm x 3.5mm), SMD 5050 (5.0mm x 5.0mm), SMD 5730 (5.7mm x 3.0mm).

Kesimpulan:

Perlu diketahui bahwa untuk masing-masing jenis dan warna LED DIP maupun SMD/SMT memiliki tegangan dan arus kerja yang berbeda. Jadi untuk penggunaannya Anda harus melihat datasheet untuk masing-masing jenis LED.

Referensi: bagusprehan.com/2018/02/macam-macam-led-light-emitting-diode.html

Comments

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...