Skip to main content

Charger Baterai Otomatis

Rangkaian ini merupakan charger baterai yang dirancang khusus untuk baterai atau aki yang disimpan (tidak dipakai) dalam jangka waktu lama, misalnya pada sepeda motor yang tidak dipakai selama musim penghujan. Maka anda bisa mengambil baterai dari kendaraan itu dan menghubungkannya secara permanen dengan pengisi yang dihidupkan satu atau dua kali seminggu.

Baterai tersebut akan termuati dan kalau sudah mencapai tegangan nominal. Sakelar pengisi tersebut akan putus sendiri.

Namun tetap siap dan jika tegangan baterai turun di bawah harga nominal, dan akan kembali hidup sendiri.

Anggaplah bahwa baterai di dalam diagram rangkaian mempunyai tegangan di bawah harga nominalnya

Seketika pengisi tersebut dihidupkan, arus akan mengalir melalui D3 ke gerbang penyearah terkemudi SCR Th1.

SCR menghantarkan dan arus muatan mengalir melalui baterai seperti ditunjukkan oleh ammeter M.

Tegangan baterai meningkat perlahan-lahan dan demikian pula potensio pada R1/P1.

Kemudian kondensator C1 mengisi pada suatu taraf tegangan apit tertentu, dioda zener D4 mulai menghantar, lalu arus hantar dan mengakibatkan arus gerbang Th1 turun di bawah harga yang dipertahankan .

Jika itu terjadi Th1 tersumbat dan arus membaca D. Jika setelah beberapa saat tegangan baterai kembali turun di bawah harga nimnalnya, arus gerbang TH1 mengecil, maka SCR menghantar, dan arus pengisian mengalir kembali ke baterai.

Charger baterai ini dikalibrasi dengan menghubungkan sebuah baterai bermuatan penuh di dalam rangkaian dan mengatur P1 sedemikian sehingga tak ada arus mengalir ke ammeter.

Catatan: Bahwa transformator harus dapat memberikan arus pengisian lebih dari 5A. Ini dikarenakan jika Th1 menghantar dan bebanya hanyalah sekunder transformator dan betarai.

Untuk keamanan selama unjuk kerja. Th1 harus sanggup memindahkan arus sambung sampai dengan 10A, TIC 236A dan TID 246A misalnya harus memenuhi persyaratan ini. Untuk diode penyearah, SKN 26/04 SD 25, BYS 24-90, sudah cukup memadai. Arus maju maksimal untuk dioda-dioda ini tidak boleh kurang dari 8A.

Gambar Rangkaian:

General Electric, Auburn N.Y. USA Notice 630.15

Comments

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...