Skip to main content

Cara Gampang Merawat Mobil Awet Tetap Terjaga

Caratekno – Memiliki kendaraan tentu sebuah anugerah sendiri dari Allah yang harus kita syukuri dan dirawat baik-baik harta amanah ini. Jangan sampai kita lupa bersyukur akhirnya tidak memperlakukan kendaraan tidak baik, asal-asalan saja.

Bisa jadi mobil/ motor yang dirawat dengan baik bisa berumur lebih panjang hingga puluhan tahun dan nilai jualnya tetap tinggi.

Nah, kali ini Caratekno coba membahas tentang merawat kendaraan.

Untuk menunjang kebutuhan transportasi, memiliki kendaraan bermotor sangatlah membantu memperlancar mobilitas kita. Sarana transportasi umum yang terkadang mempunyai banyak keterbatasan dapat diselesaikan oleh kendaraan pribadi tersebut.

Mobil adalah kendaraan yang mampu memobilisasi orang dengan jumlah yang banyak, sehingga membuat mobil sangat efektif untuk alat transportasi bagi keluarga.

Namun, memiliki mobil juga memerlukan perawatan dan biaya yang juga tidak sedikit, bila memang kondisinya sudah parah. Bila tidak mampu merawat atau memperlakukan mesin mobil dengan baik, maka kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan, mobil juga akan cepat rusak.

Ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari dapat merusak mobil. Kebiasaan ini tanpa sengaja sering kita lakukan. Lalu, kebiasaan apa yang bisa membuat mobil Anda cepat rusak? Jangan lakukan ini agar mobil tetap dalam kondisi baik, yakni:

1. Jangan Menekan Kopling Saat Macet

Kebiasaan ini memang sulit untuk dihindari pada saat jalanan dalam keadaan macet. Kita pasti akan cenderung menekan kopling untuk menjaga kestabilan posisi pada gas agar mesin tidak mati.

Tapi hal ini justru dapat merusak kendaraan. Kampas kopling dari mobil akan cepat menjadi aus, sehingga dengan jarak relative singkat, akan sering membutuhkan penggantian kampas kopling.

Guna menghindari hal itu, biasakan menekan kopling pada saat posisi stabil, sehingga mobil akan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan buat stationer mesin mobil dalam posisi yang standard. Karena dalam posisi standard, mobil akan berjalanapabila posisi gigi satu dan kopling dilepas.

2. Jangan Biarkan Posisi Gigi Netral Pada Saat Jalanan Menurun

Hal yang satu ini juga sering kita lakukan apabila dalam keadaan kondisi jalanan menurun, memposisikan gigi netral dengan tujuan agar mobil dapat melaju dan kaki tidak menginjak pedal kopling, tapi hanya menginjak pedal rem saja.

Tahukah, bahwa posisi ini dapat menyebabkan mobil mengalami kecelakaan. Mengapa? Sebab mobil akan melaju lebih kencang daripada ketika kita memasukkan ke posisi gigi 2 atau gigi 3.

Pada saat gigi masuk di posisi angka tertentu (biasanya posisi gigi2 atau 3) laju mobil akan tertahan. Selain itu, fungsi gigi juga akan menambah tahanan terhadap kecepatan dengan melakukan pengereman.

3. Jangan Salah Memberikan Tanda Lampu Sign

Hal lain juga bisa menyebabkan kerusakan pada mobil adalah faktor kelalaian yang membuat kecelakaan adalah salah menyalakan lampu tanda (sign).

Menyalakan lampu tanda sangatlah penting untuk memberi informasi arah ke mana kita akan bergerak pada kendaraan di belakang kita. Apabila salah memberikan tanda, maka kendaraan di belakang kita bisa saja menabrak mobil kita dan mengakibatkan kecelakaan.

Dengan memberikan tanda lampu berbelok yang salah, mobil di belakang kita akan berpikiran kita akan berbelok ke arah yang sesuai dengan tanda tersebut, sehingga mereka akan cenderung melaju dengan kecepatan normal ke arahberlawanan dengan tanda yang sudah kita berikan.

Hal inilah yang dapat mengakibatkan kecelakaan dan otomatis akan merusak mobil serta mengancam keselamatan kita dan orang lain.

4. Jangan Sering Menggunakan Kampu Pada Saat Mesin Mati

Menggunakan lampu pada saat kondisi mesin tidak menyala juga akan mengakibatkan sumber listrik pada mobil terkuras. Ketika posisi mesin tidak menyala, mobil akan berhenti melakukan pengisian kepada sumber listrik (accu), sehingga accu akan mengeluarkan listrik tanpa ada energi yang mengisinya kembali.

5. Jangan Menyalakan Mobil dengan Terburu-buru

Pada saat menyalakan kendaraan atau melakukan starter, kita sering melakukannya dengan terburu-buru tanpa menunggu jeda beberapa menit. Untuk kendaraan dengan tipe mesin injeksi, kebiasaan ini dapat merusak sistem tersebut. Lebih baik menunggu beberapa saat, hingga sistem injeksi pada karburator siap untuk dinyalakan.

Hindari Kebiasaan yang Salah Agar Mobil Tetap Awet

Beberapa hal kebiasaan yang tanpa disadari sering dilakukan saat berkendara itu kelihatannya memang sepele. Namun tak dimungkiri hal itu juga yang kerap terabaikan hanya karena berbagai alasan. Meski demikian, tetap saja hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar tidak menemui masalah saat berkendara.

Bukankah akan sangat merepotkan apabila kita menemui masalah di jalan karena ulah kita sendiri? Namun dari semua itu, yang juga tak kalah penting adalah menyiapkan perlindungan bagi kendaraan. Jadi jangan lupa mengambil asuransi mobil.

 

Referensi: https://www.cermati.com/artikel/cara-mudah-menjaga-mobil-agar-tidak-cepat-rusak

Comments

Popular posts from this blog

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...