Skip to main content

Charger Aki Otomatis 12V ini Seperti Pompa Air Lho

Caratekno.com - Punya aki bekas nganggur tidak terpakai di rumah daripada tidak digunakan mending dimanfaatkan buat yang lain. Bagaimana jika aki yang mau digunakan tersebut drop alias tegangannya tidak semestinya (di bawah 12 VDC), nah artikel ini saya suguhkan kepada rekan tekno semua untuk membuat charger aki otomatis yang mudah cara pembuatannya.



Kenapa sih mesti otomatis?

Pertanyaan yang sederhana tapi sangat bagus. Perlu saya kasih perumpaan agar mudah memahami cara kerja rangkaian ini dibuat. Ibaratnya pompa air sebagai mesin chargernya dan tandon air sebagai aki/baterai. Jika tandon air telah penuh secara otomatis pompa akan mati, begitu juga sebalikanya tandon kosong pompa air akan mengisi lagi demikian seterusnya agar pompa selalu terisi secara normal tidak kosong atau tidak luber.

Mudah-mudahan gambaran singkat cara kerja charger yang akan kita buat ini

Prinsip kerja charger aki otomatis ini sangat mudah sekali hanya bertugas memantau batas rendah tegangan jika tegangan aki dibawah 12V, kemudian arus dari IC LM317 mengalir melalui resistor R5 dan diode D5 kembali lagi ke baterai. Saat seperti inilah diode zener D6 sudah tidak mampu lagi mengantarkan arus kemudian proses charger aki pun berjalan secara otomatis (ON) hingga terisi penuh.

Saat tegangan mencapai puncaknya 13.5V arus yang mengalir pada battery melalui perantara diode zener cukup memberikan informasi bahwa aki telah terisi penuh, IC LM317 akan mengaktifkan saklar otomatisnya (OFF) ke posisi ground melalui transistor Q1 lampu LED merah menyala sebagai indikator baterai telah full.

Juga ide lain silahkan simak artikelnya: Kumpulan rangkaian charger aki kering otomatis

Gambar rangkaian charger aki 12 volt otomatis
Komponen yang dibutuhkan untuk membuatnya:
  • 15-0-15V, 1A center tapped (CT) transformer
  • LM317T voltage regulator
  • 12V DC battery
  • BD139 NPN transistor
  • LED merah dan hijau
  • 8.2V zener diode
  • 1n4007 dioda – 3
  • Electrolytic capacitor – 470uF
  • potensio – 10k
  • Resistors (1/2 watt) – 100, 240 ohms
  • 2 Resistors – 1k
  • Resistor – 2.2k
  • kabel secukupnya
Rangkaian ini dirancang secara otomatis memiliki dua bagian blok, blok power supply dan blok perbandingan beban. Sumber daya utama dari jala-jala listrik 230V 50Hz tersambung dengan transformator CT (center tap) 15-0-15V lengkap dengan jembatan diode. Komponen aktif regulator DC LM317 variable tegangan yang mampu dibebani 1.2V - 37V denga arus maksimal 1.5A.

Saya disini tidak menjelaskan detil proses kerja komponen secara mendalam hanya menjelaskan gambaran umum rangkaian isi ulang otomatis.

Charger settings:

tegangan output charger aki ini harus kurang dari 1.5 kali dari aki dan untuk arus pengisian aki harus 10% dari arus aki, hal ini untuk memungkinkan desian rangkaian ini memiliki proteksi tegangan secara aman, proteksi konsleting, dan proteksi polaritas terbalik.

Automatic Battery Charger Project Output Video:



Keuntungan Memanfaatkan Charger Otomatis ini antara lain:
  • Rangkaian yang sederhana dan hemat ongkos perakitan
  • Proteksi beban lebih tegangan dan arus
  • proteksi temperatur berlebih
  • Praktis dan mudah dibawa
  • Charger aki bisa otomatis dan stop jika aki telah terisi penuh.
  • Aman dari kerusakan baterai disebabkan kesalahan sumber daya
Automatic Battery Charger Applications:
  • Rangkaian charger aki 12V ini bisa untuk aki kering motor atau mobil (Seal Lead-acid)(Related Post– Lead Acid Battery Charger using LM317)
  • Bisa digunakan untuk isi ulang aki mobil dengan pengaturan tegangan IC output
  • Bisa digunakan untuk baterai mainan mobil-mobilan dengan sedikit modfikasi
Kekurangan rangkaian ini ialah:
  • Butuh waktu lama untuk proses isi ulangnya.

Comments

  1. led merah sama hijaunya nyala terus gan

    itu kenapa ya?

    ReplyDelete
  2. led merah sama hijaunya nyala terus gan.. boleh info kesalahan dimana ya..?

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan komentar yang baik ya...!

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...