Skip to main content

Cara Menemukan Kerusakan Jalur PCB dengan Cepat

Pinted Circuit Board atau PCB adalah papan lembaran yang terdiri dari titik-titik lubang komponen elektronika yang saling terhubung kesegala arah melalui jalur-jalur tembaga. Kerapatan komponen dan jalur di PCB dipengarui banyak faktor misalnya ukuran kecil ataukah besar, banyaknya komponen di PCB, atau pengerjaan pembuatan desain PCB itu sendiri. Beberapa PCB yang lebih rumit lagi memiliki dual layer atas dan bawah yang saling terhubung, tentu saja troubleshooting untuk jenis PCB multi-layer ini lebih sulit dan dibutuhkan peralatan khusus, bagaimanapun artikel ini akan membahas dan membantu cara troubleshooting untuk single-layer dan multi-layer hanya dengan instrumen sederhana.

Jupiterimages/Photos.com/Getty Images
Instruksi Pemeriksaan

  1. Periksa jalur PCB menggunakan kaca pembesar di bawah cahaya terang agar terlihat jalur yang rusak, konslet, atau kaki komponen yang patah. Anda mulai dari sudut yang termudah dan lacak secara kasat mata dengan kaca zoom. Jika perlu tandai board yang rusak dengan bulpen.
  2. Indentifikasi input power supply di board PCB sambungkan dengan power supply AC atau DC, biasanya dengan bantuan pengecekkan dengan power supply akan mudah ditemukan voltase pada tiap titik jalur PCB.
  3. Pergunakan multimeter dan silahkan anda putar knop instrument ke arah pengukuran DC ke bagian 20V, letakkan lead/ colokkan merah multimeter ke "V" dan lead/ colokan hitam ke label "COM"
  4. Men-supply catu daya baik tegangan AC atau DC ke papan rangkaian akan lebih mudah mempercepat menemukan jalur yang terputus secara tepat. Caranya colokan hitam "COM" letakkan atau jepit ke bagian GND (ground) sedangkan calokan merah satunya mencari titik-titik (point) yang dicurigai tegangannya tidak terbaca di display multimeter, (untuk bagian ini dibutuhkan pengetahuan berapa tegangan normal pada rangkaian tersebut sebelum kerusakan, jadi tidak asal ukur tegangannya).
  5. Lakukan pemeriksaan awal di bagian regulator jika dari titik awal ini sudah tidak ada tegangan yang terbaca di multimeter berarti bagian regulator rusak berarti anda perbaiki bagian regulator catu daya ini bukan memperbaiki blok lainnya agar tidak memperparah kerusakan board.
  6. Jika bagian blog regulator berfungsi normal pengukuran dilanjutkan ke bagian blok lainnya hingga ditemukan titik yang tidak normal tegangannya. Jika rusak ganti dengan komponen yang baru lakukan pengukuran tegangan lagi sampi normal.

Baca juga:
Cara mengukur dan test komponen elektronika
Mengenal Simbol Komponen Aktif dan Komponen Pasif
Bagaimana Cara Menggunakan Multimeter/ Multitester?

Comments

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...