Skip to main content

Kerusakan yang Sering Terjadi pada Monitor (bagian ke-2)

  1. Regulator:
Tegangan Tidak Stabil
-          Diode putus/ Short, terkadang tanpa anda sadari sebagai teknisi akan mengalami kejengkelan bila tidak jeli/ teliti dengan komponen kecil ini. Dibutuhkan sedikit kesabaran untuk mecari diode yang mati.
-          Kapasitor elektrolit (elco) di regulator heater 6,3VDC, B+, vcc vertical, dll. Elco yang kering atau bocor menjadi penyebab utama tegangan tidak stabil. Seperti pengalam saya saat pertama kali menservice monitor dibuat pusing akibat elco kering. Cirri-ciri fisik yang bisa dilihat adalah coba anda ganti tabung elco yang gelembung atau penampang plastiknya mulai leleh. Kenapa bisa kering…?
-          Fly Back lemah, Fly-back bertugas mengatur frekuensi dan teganga sekaligus jantung utama untuk mengaktifkan tabung/ CRT, FBT mengeluarkan tegangan kira-kira 25.000 - 35.000 VDC. Angka yang cukup membuat anda pingsan. FBT (Fly Back Transformator) yang lemah memiliki andil untuk umur monitor.

-          Tabung tua, kenapa tabung?! Ya. Bagian defleksi yoke yang terdiri kumparan tembaga bisa jadi sedikit kebocoran.
Tegangan Tidak ada
-          Fly Back Mati/ short,  meskipun terlihat kokoh ternyata flyback bisa saja mati, kenapa karena kerja ekstra sehingga panas dan mati dalam waktu yang lumayan lama. Anda ukur dari katup anoda ke kaki pin 12 dengan menggunakan AVOmeter pada skala x 10KΩ, jika jarum bergerak maka bisa dipastikan FBT mati.
-          Defleksi Yoke, defleksi yoke kumparan pengatur gelombang elektromagnetik vertical dan horizontal, teganan bisa tidak normal jika bagian kumparan pada email kawat tembaga terbakar/ hubung singkat.
-          Transistor Horizontal OUT: ukur dan pastikan transistor horizontal bekerja normal. Jika mati/ short kaki Collector dan Groun akan tersmbung.
-          FET (Field Effect Transistor), salah satu komponen inti yang tidak boleh dilupakan untuk di cek mati/ tidaknya.

Comments

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...