Kumpulan Ilmu Teknologi

5 Cara Menyambung Uang Kertas yang Benar

CaraTekno – Menyambung uang kertas memang tidak sembarangan, karena diremehkan akhirnya menyambung ala kadarnya saja menggunakan selotip.

Padahal cara ini sangat tidak enak dilihat, selain itu pula rentan ditolak oleh orang lain saat transaksi jual beli.

Nah kali ini cara tekno akan membagikan tips ringan namun penting sekali seputar cara mengelem/menyambung uang kertas yang robek.

Cara menyambung uang kertas sobek susah-susah gampang. Diperlukan kehati-hatian khusus agar hasil rapi. Dengan begitu, uang tetap laku sebagai alat tukar. Baik penjual, pembeli, pemberi dan penerima utang, ataupun pengguna lain mau menerima.

Salah satu cara menyambung uang paling disarankan ialah menggunakan selotip. Tentu saja selotip/solasi/isolasi mata satu (bukan double tape) yang transparan. Ukuran lebar satu sentimeter. Bukan isolasi berwarna apalagi lakban hitam berukuran besar.

Lalu, bagaimana bila tidak punya isolasi? Kita bisa menggunakan benda lain. Contohnya lem, stapler, putih telur mentah, dan butiran nasi matang. Berikut uangindonesia.com jelaskan tutorial lengkapnya sampai uang dapat dipakai kembali.

Penyebab uang robek hingga perlu disambung

Solusi uang sobek paling banyak dilakukan orang yaitu disambung. Entah sobek sedikit (masih terhubung dengan bagian lain) ataupun hingga lepas (terpotong/terbelah). Tidak hanya menjadi dua, kadang sampai beberapa bagian. Agar tidak menyebar dan hilang maka antarbagian perlu disambung.

Penyebab uang kertas rusak seperti di atas bermacam-macam. Bisa sengaja ataupun tidak. Misal, buat pelampiasan marah. Tentu saja ini dilarang. Pelakunya dapat dipenjara dan didenda. Meski begitu, biasanya cuma ancaman. Beda dengan pemalsu uang yang benar-benar dihukum.

Sedangkan penyebab uang sobek secara tidak sengaja misal uang memang sudah lawas. Sehingga penggunaan hati-hati pun dapat merusaknya. Atau bisa juga menimpa uang baru. Saat dikeluarkan dari amplop, bukanya dengan cara ujung amplop disobek, uang di dalamnya ikut tersobek.

Berikut 5 cara memperbaiki uang sobek (menyambung uang) yang benar

Apapun penyebabnya, uang sobek masih laku untuk transaksi (jika tidak laku tinggal ditukar di bank). Apalagi jika baru dan kondisi sebenarnya masih layak pakai. Namun biasanya, harus perbaiki dengan cara disambung terlebih dahulu. Itupun harus rapi agar orang lain mau menerima.

Dari sekian banyak cara, di antaranya yaitu sebagai berikut:

Pakai Isolasi/isolatip/selotip Transparan

Menggunakan solasi merupakan cara paling disarankan. Selain rapi, hasil sambungan juga kuat. Rekatan tidak mudah copot. Bila tidak ada solasi, Anda bisa menggantinya dengan lakban transparan. Tinggal dibelah saja menggunakan gunting untuk memperkecil ukuran.

Cara penyambungannya gampang. Pertama, atur posisi kedua bagian sobekan agar terhubung dengan benar di atas meja. Pastikan setiap permukaan tidak terbalik. Mengapa demikian? Karena bila dicopot untuk mengulangi dari awal, bekas rekatan selotip justru merusak uang makin parah.

Setelah posisi pas, tarik atau ulurlah solasi. Kemudian tempelkan tepat di atas kedua bagian sobekan uang. Setelah itu uang dibalik. Ulangi proses penempelan pada sisi lainnya. Gunanya untuk memperkuat sambungan.

Menggunakan Lem Kertas

Menyambung uang robek menggunakan lem kertas lebih gampang daripada dengan solasi. Akan tetapi hasilnya kurang baik. Selain itu tidak lebih kuat. Bila ditarik bisa copot kembali. Jadi cara ini sebetulnya tidak direkomendasikan.

Pertama, ambil salah satu bagian sobekan uang. Olesi pinggirannya dengan lem kertas. Pengolesan jangan lebar-lebar, cukup 1–2 milimeter. Setelah itu ambil bagian sobekan penghubungnya. Tumpukkan sedikit antarpinggiran hingga tersambung. Tekan-tekan dan tunggu sampai kering.

Itulah alasan penyambungan uang sobek menggunakan lem kurang rapi. Antar-sobekan bertumpuk dan panjang uang bisa berkurang 2–3 milimeter.

Menggunakan Butiran Nasi Matang

Butiran nasi matang mempunyai sifat lengket. Dalam keadaan terpaksa benda ini dapat dijadikan pengganti lem. Jika Anda mau mencoba cara ini, pastikan nasi benar-benar matang, lembut, dan saat pengolesan sudah lebur seperti lem. Dengan begitu sambungan tidak tebal meskipun kedua pinggir sobekan uang ditumpuk.

Menggunakan Putih Telur Mentah

Selain butir nasi, benda lain yang dapat dimanfaatkan untuk menyambung uang kertas robek yaitu putih telur mentah. Cara penyambungannya sama seperti saat menggunakan lem. Hanya saja, putih telur tidak mudah kering. Setelah penyambungan perlu ditunggu lebih lama.

Untuk mempercepat pengeringan bisa disetrika, dibantu alat pengering rambut, kipas angin, dijemur, atau diletakkan di atas TV serta benda elektronik lain yang hangat. Kelebihan putih telur mentah yaitu hasil rekatan lebih kuat melebihi lem.

Menggunakan Stapler

Menggunakan stapler juga tidak disarankan. Di samping tidak menyambung secara sempurna, staples justru merusak uang lebih parah. Sebut saja lubang bekas staples. Selain itu, bila distaples dan kemudian tertarik tidak sengaja, uang bisa robek makin lebar.

Maka dari itu penggunaan stapler sebaiknya dihindari. Jika terpaksa, cukup pada uang sobek yang tidak sampai terputus saja. Seperti misalnya robek hanya 2–3 sentimeter dan antarbagian belum terpisah. Dan apabila benar-benar diharuskan, satu kali jepretan stapler saja.

Kelemahan lain dari penyambungan menggunakan stapler ialah uang tidak bisa ditabung ke bank menggunakan mesin setor tunai. Dimasukkan ke mesin bisa membuat eror. Jalan satu-satunya harus melalui teller. (uang indonesia, https://uangindonesia.com/5-cara-memperbaiki-uang-sobek-menyambung-uang)

Semoga tips ringan ini tidak lagi dianggap sepele, sebab bisa-bisa bila cara menyambungnya salah uang akan sulit ditukar sebagai alat jual beli.

Share:

Cara Membuat Mesin Profil Kayu dari Mesin Bor

Mesin perkakas kayu seperti bor listrik, grinda tangan, gergaji mesin, profil kayu, trimer dan sebagainya merupakan peralatan wajib yang dimiliki seorang tukang kayu.

Artikel kali ini akan mengupas dalam video dibawah ini cara membuat mesin profil kayu hanya mengandalkan mesin bor tangan tanpa harus membeli lagi yang harganya lumayan.

Nah, bukankah lebih asyik jika satu mesin bor bisa dijadikan semua alat dengan bahan kayu yang mudah dibuatnya.

Fungsi dari kedua alat tersebut adalah untuk merapikan sambungan kayu dan membuat profil, lengkungan pada sisi kayu, membuat purus dan lubangnya, serta membuat celah sambungan seperti rabbet dan dado. Mata trimmer dapat diganti-ganti sesuai dengan profil yang diinginkan.

Share:

Cara Bikin Pengecoran Logam Mini dan Murah dari Pot Bunga

Bagi pecinta dunia perbengkelan dan pertukangan tentu tidak aneh mendengar kata istilah teknik pengolahan atau pengeceroan logam.

Membayangkan hal itu tentu rumir dengan peralatan modern yang tidak bakan kebeli dengan kantong kita.

Kabar baiknya anda bisa bikin sendiri dengan harga murah dengan peralatan bekas yang ada dirumah sekitar.

Seperti video di bawah ini.

Jangan lupa subcsribe channel caratekno ya! Nantikan video tutorial lainnya

Cara pembuatan yang mudah dan proses pengecoran logam juga hasilnya sama dengan peralatan modern.

Selengkapnya video lanjutan silahkan tonton dari sini.

Share:

Kumpulan Lampu Hias

Lampu dunia | lamp shade diy

Share:

Keren! Lampu Hias dari Potongan Slide Film Bekas

Era teknologi film negatif dan slide foto proyektor telah bergeser, tergantikan dengan media digital yang lebih tajam, lebih besar kemampuan daya simpannya, lebih praktis dan modern.

Mungkin sebagian anda masih menyimpa kenangan tadi dalam bentuk potongan slide bekas, mungkin tidak terpakai bisa anda kreasikan menjadi lampu hias yang keren.

Efek lampu hias slide ini sangat bagus, memantulkan kenangan indah masa lalu anda sekeluarga.

Gambar tampil di dinding ruangan anda bisa menontonya.

Untuk membuatnya tidak perlua keahlian khusus, sebab rangka intinya adalah lampu hias biasa yang hanya diganti penutup/bingkainya saja dengan silde film tadi.

Mudah bukan?!

Material:

  • Slide proyektor/film bekas
  • Ring besi
  • Lampu hias yang akan dirombak
  • Lembarang kertas
  • Kawat, dan
  • Bor/obeng/gunting

Semoga bermanfaat rujukannya sini

Share:

Cara Mengetahui Kebutuhan Tegangan Lampu Led

Banyak pertanyaan yang masuk kepada saya ketika menyambungkan lampu led dengan adaptor kenapa seringnya nyala led kurang terang atau terlalu terang akhirnya cepat putus, usia pemakaian jadi pendek/ tidak awet.

Artikel pendek ini hanya mengenalkan kepada para penggemar elektronika dan kalangan profisional agar tidak salah memberikan input tegangan dari adaptor atau battery.

Lampu led yang jadi contoh di atas adalah jeni led fokus putih bersih nyala sesusai warnanya merah, kuning, jingga, biru, hijau, ungu, UV, dan putih.

Input tegangan maksimal led warna hijau, ungu, uv, dan putih adalah 4 volt. Led warna merah, jingga, kuning, dan biru maksimal 2,5 volt.

Jadi jangan ada komplain lednya jelek karena sering putus ya, bisa jadi tegangannya yang salah karena terlalu besar melebihi kapasitas tegangan.

Share:

Cara Membuat Lampu Strobo Led Untuk Motor atau Mobil

Sudah umum diketahui bahwa salah satu hobby dari pemotor atau pemobil adalah menghias kendaraannya dengan memasang lampu yang dapat menjadi perhatian pengendara atau orang lain (eye cathing). Akan tetapi lampu yang dipasang akan menjadi kurang diperhatikan orang lain jika lampu tersebut hanya menjadi lampu tambahan saja tanpa ada sesuatu yang menjadikannya istimewa.

Untuk itu dalam catatan kali ini disajikan cara bagaimana agar lampu tambahan yang dipasang di kendaraan dapat menjadi lebih menarik perhatian. Salah satu cara agar lampu tambahan menjadi lebih menarik adalah menambahkan rangkaian elektronik/elektro_mekanik yang dapat memainkan nyala lampu tersebut atau berkedip seperti nyala lampu sein (flasher), lampu ambulans, lampu strobo patwal dan lainnya.

Kehadiran LED Strip (lampu LED rentengan) saat ini semakin memudahkan kita untuk dapat memainkan nyala lampu LED tadi dengan hanya menambahkan rangkaian elektronik saja tanpa rangkaian mekanik seperti jika kita memakai lampu pijar (bohlam). Rangkaian elektronik yang dimaksud bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

 

Gambar di bawah ini adalah contoh dari LED Strip yang bisa dikontrol penyalaannya dengan menggunakan rangkaian elektronik di atas tadi.

Dalam catataan ini disajikan tiga rangkaian dengan mode penyalaan/kontrol menyalanya lampu LED dimana pembuatan rangkaian Strobo LED ini nantinya kita bisa memilih mana penyalaan lampu LED sesuai pilihan kita (tinggal mengurangi saja komponennya), menggunakan komponen yang sangat mudah didapatkan di pasaran (toko spare part elektronik).

Dan yang menyalanya seperti lampu strobo patwal terdiri dari: dua buah IC (Integrated Circuit) type 555 dan 4017, dua buah Transistor (bisa menggunakan type TIP31 atau TIP41, type FCS9013 atau FCS9014 atau type C945 masing-masing 2 buah, tinggal pilih untuk disesuaikan pada kebutuhan namun disarankan agar intensitas cahaya dari LED bisa lebih optimal sebaiknya menggunakan transistor type besar seperti TIP31 atau TIP41), dua buah condensator elektrolit 470µF/16V dan 33µF/50V, empat buah dioda type 1N4148, empat buah dioda type 1N4002 (1A), dua buah resistor 330Ω, dan satu buah Variable Resistor (VR) 10kΩ.

Skema pengawatan dari rangkaian Strobo dua nyala seperti strobo patwal adalah seperti di bawah ini.

Dari skema pengawatan di atas jika komponen elektroniknya sudah terpasang di PCB (Printed Circuit Board) yang dalam bahasa kita disebut PRT (Papan Rangkaian Tercetak), maka akan tertampil seperti pada gambar di bawah ini.

Tampilan videonya bisa dilihat di halaman facebook oil cooler Yamaha Scorpio

Untuk yang menyalanya seperti satu lampu strobo saja, komponen yang harus dikurangi adalah satu transistor, satu resistor, dan dua dioda 1N4148. Dan skema pengawatannya adalah seperti gambar di bawah ini.

Dari skema pengawatan di atas jika komponen elektroniknya sudah terpasang di PCB, maka akan tertampil seperti pada gambar di bawah ini.

Berikutnya, adalah yang menyalanya LED seperti penyalaan lampu yang dikontrol flasher, komponen yang harus dikurangi adalah satu transistor, satu resistor, dan satu dioda 1N4148. Dan skema pengawatannya adalah seperti gambar di bawah ini.

Dari skema pengawatan di atas jika komponen elektroniknya sudah terpasang di PCB, maka akan tertampil seperti pada gambar di bawah ini.

Cara merangkainya:

Siapkan PRT/PCB multi fungsi ukuran IC, sebab ada PRT/PCB multi fungsi ukuran umum dimana kita tidak dapat menempatkan IC dengan sempurna pada lubang-lubang PCB/PRT tersebut. Lebih jelasnya silakan lihat gambar tentang PCB multi fungsi ukuran IC di bawah ini.

Potong sesuai kebutuhan, kalau bisa sekompak mungkin dengan ukuran komponen yang akan dirangkaikan karena nantinya rangkaian dalam papan rangkaian tercetak ini akan kita tempatkan di tempat tersembunyi terlindung oleh fender motor yang terlebih dahulu harus kita upayakan tahan air dengan melindunginya dengan silikon/lem aquarium setelah pemasangan seluruhnya di body motor agar saat motor dicuci rangkaian aman dari siraman air. Pemotongan PCB sesuai kebutuhan bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Dengan melihat gambar skema pengawatan dari masing-masing rangkaian kontrol penyalaan lampu LED yang sudah ditampilkan di atas (disesuaikan dengan keinginan kita, mana yang kita pilih), maka kita bisa memulai merangkai komponen elektronik yang sudah disiapkan dengan menghubungkan kaki-kaki dari komponen tersebut. Yang perlu diingat adalah dalam menghubungkan kaki-kaki komponen tersebut kita tidak boleh salah dalam menghubungkannya karena komponen elektronik bersifat sangat rentan terhadap kerusakan jika kita salah dalam menghubungkannya. Untuk itu di sini juga telah disiapkan referensi jika kita hendak menghubungkan kaki-kaki komponen satu dan lainnya.

Menentukan nomor-nomor kaki-kaki dari IC (Integrated Circuit) bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Dengan melihat gambar bentuk IC yang terlihat dari atas (tampak atas) kita bisa menentukan mana kaki dengan nomor 1 dst. Dengan menghitungnya menggunakan cara berlawanan dengan arah jarum jam.

Menentukan di mana kaki transistor bernama Base, Collector, dan Emitter pada gambar di skema maka bentuk pisik transistor yang digunakan pada pembuatan Strobo LED bisa dilihat pada gambar-gambar transistor di bawah ini.

Menentukan kaki berkutub negatif dan positif dari kondensator elektrolit bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Penerjemahan kaki-kaki anoda dan katoda pada simbol dioda dan bentuk pisiknya bisa dilihat pada gambar dioda di bawah ini.

Penyambungan kaki-kaki resistor bisa dihubungkan secara acak tidak mengenal polaritas, jadi kita boleh menyambungkannya dengan komponen lain tidak perlu memerhatikan polaritasnya karena resistor tidak berkutub. Dalam pembuatan rangkaian strobo LED ini di dalam skema kita menggunakan satu buah resistor yang bisa diatur resistansinya (VR=Variable Resistor). Dan karena kaki dari variable resistor ada tiga buah dan jika di dalam skema terdapat gambar VR seperti di dalam skema rangkaian Strobo LED ini maka kaki tengah dari VR harus disambungkan ke salah satu kaki pinggirnya terlebih dahulu sebelum/sesudah dirangkai atau dipasang pada PCB. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Periksa kembali sambungan-sambungan pada masing-masing kaki-kaki komponen yang telah tersambung satu sama lainnya. Setelah dinyatakan benar maka kita bisa melanjutkannya dengan memasang kabel yang akan menghubungkan rangkaian ke sumber daya dan kabel yang menghubungkan rangkaian dengan lampu LED-nya.

Contoh pada rangkaian Strobo LED di atas adalah Strobo dengan dua buah Strobo LED yang akan menyala bergantian dimana terdapat enam kabel terdiri dari kabel berwarna merah (kutub positif) dan hitam (kutub negatif) untuk dihubungkan ke sumber daya, kabel biru (kutub negatif dari LED) dan merah (kutub positif dari LED) dihubungkan ke lampu LED sisi kiri (katakanlah begitu) dan dua lagi kabel berwarna biru dan merah disambungkan ke lampu LED sisi kanan dengan penyambungan merah sebagai kutub positif LED dan biru sebagai kutub negatif LED. Setelah penyambungan selesai, periksa lagi apakah pengabelan sudah benar-benar betul. Kemudian berikan sumber daya (12VDC) pada rangkaian Strobo LED ini. Jika semua penyambungan komponen sudah betul demikian juga penyambungan pengabelannya maka lampu LED akan menyala seperti Strobo sesuai dengan rangkaian yang kita pilih (seperti yang telah dijelaskan di atas). Kecepatan penyalaan/temponya bisa diatur dengan memutar ke kiri atau ke kanan (dengan obeng kecil) variable resistor-nya.

Pemasangan lampu LED Strip pada batok lampu belakang maupun depan motor atau mobil, tidak perlu membuka batok reflektornya karena akan berakibat rusaknya batok lampu tersebut. Dan jika kita dapat membukannya dan memasang LED Strip di dalam batok lampu, maka sinar dari Strobo LED akan mengganggu pengendara lain karena intensitasnya. Jadi alangkah baiknya jika kita menghias kendaraan kita cukup sekadar menarik perhatian namun sama sekali tidak mengganggu. Untuk itu kita hanya menempelkan bagian permukaan yang menyala dari lampu LED Strip (dengan menggunakan lem super glue atau yang biasa disebut alteco) pada permukaan akrilik batok lampu motor atau mobil. Jadi sinar yang dihasilkan oleh lampu LED Strip hanyalah pembiasan dari akrilik batok lampunya saja dan tidak membuat pengendara lain silau dan terganggu oleh sinarnya. Selanjutnya setelah dirasa kuat melekatnya permukaan menyala dari lampu LED Strip pada permukaan akrilik batok lampu, kita bisa mengolesikan lem silikon atau lem aquarium pada LED Strip tadi agar tahan terhadap guyuran air saat mencuci atau dikala hujan.

Demikianlah sekadar catatan yang dapat dibagi untuk kali ini semoga bermanfaat, selamat mencoba, sampai jumpa dan salam satu aspal (sumber)

Share:

Labels

Blog Archive