Cara Membuat Lampu Strobo Led Untuk Motor atau Mobil

Sudah umum diketahui bahwa salah satu hobby dari pemotor atau pemobil adalah menghias kendaraannya dengan memasang lampu yang dapat menjadi perhatian pengendara atau orang lain (eye cathing). Akan tetapi lampu yang dipasang akan menjadi kurang diperhatikan orang lain jika lampu tersebut hanya menjadi lampu tambahan saja tanpa ada sesuatu yang menjadikannya istimewa.

Untuk itu dalam catatan kali ini disajikan cara bagaimana agar lampu tambahan yang dipasang di kendaraan dapat menjadi lebih menarik perhatian. Salah satu cara agar lampu tambahan menjadi lebih menarik adalah menambahkan rangkaian elektronik/elektro_mekanik yang dapat memainkan nyala lampu tersebut atau berkedip seperti nyala lampu sein (flasher), lampu ambulans, lampu strobo patwal dan lainnya.

Kehadiran LED Strip (lampu LED rentengan) saat ini semakin memudahkan kita untuk dapat memainkan nyala lampu LED tadi dengan hanya menambahkan rangkaian elektronik saja tanpa rangkaian mekanik seperti jika kita memakai lampu pijar (bohlam). Rangkaian elektronik yang dimaksud bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

 

Gambar di bawah ini adalah contoh dari LED Strip yang bisa dikontrol penyalaannya dengan menggunakan rangkaian elektronik di atas tadi.

Dalam catataan ini disajikan tiga rangkaian dengan mode penyalaan/kontrol menyalanya lampu LED dimana pembuatan rangkaian Strobo LED ini nantinya kita bisa memilih mana penyalaan lampu LED sesuai pilihan kita (tinggal mengurangi saja komponennya), menggunakan komponen yang sangat mudah didapatkan di pasaran (toko spare part elektronik).

Dan yang menyalanya seperti lampu strobo patwal terdiri dari: dua buah IC (Integrated Circuit) type 555 dan 4017, dua buah Transistor (bisa menggunakan type TIP31 atau TIP41, type FCS9013 atau FCS9014 atau type C945 masing-masing 2 buah, tinggal pilih untuk disesuaikan pada kebutuhan namun disarankan agar intensitas cahaya dari LED bisa lebih optimal sebaiknya menggunakan transistor type besar seperti TIP31 atau TIP41), dua buah condensator elektrolit 470µF/16V dan 33µF/50V, empat buah dioda type 1N4148, empat buah dioda type 1N4002 (1A), dua buah resistor 330Ω, dan satu buah Variable Resistor (VR) 10kΩ.

Skema pengawatan dari rangkaian Strobo dua nyala seperti strobo patwal adalah seperti di bawah ini.

Dari skema pengawatan di atas jika komponen elektroniknya sudah terpasang di PCB (Printed Circuit Board) yang dalam bahasa kita disebut PRT (Papan Rangkaian Tercetak), maka akan tertampil seperti pada gambar di bawah ini.

Tampilan videonya bisa dilihat di halaman facebook oil cooler Yamaha Scorpio

Untuk yang menyalanya seperti satu lampu strobo saja, komponen yang harus dikurangi adalah satu transistor, satu resistor, dan dua dioda 1N4148. Dan skema pengawatannya adalah seperti gambar di bawah ini.

Dari skema pengawatan di atas jika komponen elektroniknya sudah terpasang di PCB, maka akan tertampil seperti pada gambar di bawah ini.

Berikutnya, adalah yang menyalanya LED seperti penyalaan lampu yang dikontrol flasher, komponen yang harus dikurangi adalah satu transistor, satu resistor, dan satu dioda 1N4148. Dan skema pengawatannya adalah seperti gambar di bawah ini.

Dari skema pengawatan di atas jika komponen elektroniknya sudah terpasang di PCB, maka akan tertampil seperti pada gambar di bawah ini.

Cara merangkainya:

Siapkan PRT/PCB multi fungsi ukuran IC, sebab ada PRT/PCB multi fungsi ukuran umum dimana kita tidak dapat menempatkan IC dengan sempurna pada lubang-lubang PCB/PRT tersebut. Lebih jelasnya silakan lihat gambar tentang PCB multi fungsi ukuran IC di bawah ini.

Potong sesuai kebutuhan, kalau bisa sekompak mungkin dengan ukuran komponen yang akan dirangkaikan karena nantinya rangkaian dalam papan rangkaian tercetak ini akan kita tempatkan di tempat tersembunyi terlindung oleh fender motor yang terlebih dahulu harus kita upayakan tahan air dengan melindunginya dengan silikon/lem aquarium setelah pemasangan seluruhnya di body motor agar saat motor dicuci rangkaian aman dari siraman air. Pemotongan PCB sesuai kebutuhan bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Dengan melihat gambar skema pengawatan dari masing-masing rangkaian kontrol penyalaan lampu LED yang sudah ditampilkan di atas (disesuaikan dengan keinginan kita, mana yang kita pilih), maka kita bisa memulai merangkai komponen elektronik yang sudah disiapkan dengan menghubungkan kaki-kaki dari komponen tersebut. Yang perlu diingat adalah dalam menghubungkan kaki-kaki komponen tersebut kita tidak boleh salah dalam menghubungkannya karena komponen elektronik bersifat sangat rentan terhadap kerusakan jika kita salah dalam menghubungkannya. Untuk itu di sini juga telah disiapkan referensi jika kita hendak menghubungkan kaki-kaki komponen satu dan lainnya.

Menentukan nomor-nomor kaki-kaki dari IC (Integrated Circuit) bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Dengan melihat gambar bentuk IC yang terlihat dari atas (tampak atas) kita bisa menentukan mana kaki dengan nomor 1 dst. Dengan menghitungnya menggunakan cara berlawanan dengan arah jarum jam.

Menentukan di mana kaki transistor bernama Base, Collector, dan Emitter pada gambar di skema maka bentuk pisik transistor yang digunakan pada pembuatan Strobo LED bisa dilihat pada gambar-gambar transistor di bawah ini.

Menentukan kaki berkutub negatif dan positif dari kondensator elektrolit bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Penerjemahan kaki-kaki anoda dan katoda pada simbol dioda dan bentuk pisiknya bisa dilihat pada gambar dioda di bawah ini.

Penyambungan kaki-kaki resistor bisa dihubungkan secara acak tidak mengenal polaritas, jadi kita boleh menyambungkannya dengan komponen lain tidak perlu memerhatikan polaritasnya karena resistor tidak berkutub. Dalam pembuatan rangkaian strobo LED ini di dalam skema kita menggunakan satu buah resistor yang bisa diatur resistansinya (VR=Variable Resistor). Dan karena kaki dari variable resistor ada tiga buah dan jika di dalam skema terdapat gambar VR seperti di dalam skema rangkaian Strobo LED ini maka kaki tengah dari VR harus disambungkan ke salah satu kaki pinggirnya terlebih dahulu sebelum/sesudah dirangkai atau dipasang pada PCB. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Periksa kembali sambungan-sambungan pada masing-masing kaki-kaki komponen yang telah tersambung satu sama lainnya. Setelah dinyatakan benar maka kita bisa melanjutkannya dengan memasang kabel yang akan menghubungkan rangkaian ke sumber daya dan kabel yang menghubungkan rangkaian dengan lampu LED-nya.

Contoh pada rangkaian Strobo LED di atas adalah Strobo dengan dua buah Strobo LED yang akan menyala bergantian dimana terdapat enam kabel terdiri dari kabel berwarna merah (kutub positif) dan hitam (kutub negatif) untuk dihubungkan ke sumber daya, kabel biru (kutub negatif dari LED) dan merah (kutub positif dari LED) dihubungkan ke lampu LED sisi kiri (katakanlah begitu) dan dua lagi kabel berwarna biru dan merah disambungkan ke lampu LED sisi kanan dengan penyambungan merah sebagai kutub positif LED dan biru sebagai kutub negatif LED. Setelah penyambungan selesai, periksa lagi apakah pengabelan sudah benar-benar betul. Kemudian berikan sumber daya (12VDC) pada rangkaian Strobo LED ini. Jika semua penyambungan komponen sudah betul demikian juga penyambungan pengabelannya maka lampu LED akan menyala seperti Strobo sesuai dengan rangkaian yang kita pilih (seperti yang telah dijelaskan di atas). Kecepatan penyalaan/temponya bisa diatur dengan memutar ke kiri atau ke kanan (dengan obeng kecil) variable resistor-nya.

Pemasangan lampu LED Strip pada batok lampu belakang maupun depan motor atau mobil, tidak perlu membuka batok reflektornya karena akan berakibat rusaknya batok lampu tersebut. Dan jika kita dapat membukannya dan memasang LED Strip di dalam batok lampu, maka sinar dari Strobo LED akan mengganggu pengendara lain karena intensitasnya. Jadi alangkah baiknya jika kita menghias kendaraan kita cukup sekadar menarik perhatian namun sama sekali tidak mengganggu. Untuk itu kita hanya menempelkan bagian permukaan yang menyala dari lampu LED Strip (dengan menggunakan lem super glue atau yang biasa disebut alteco) pada permukaan akrilik batok lampu motor atau mobil. Jadi sinar yang dihasilkan oleh lampu LED Strip hanyalah pembiasan dari akrilik batok lampunya saja dan tidak membuat pengendara lain silau dan terganggu oleh sinarnya. Selanjutnya setelah dirasa kuat melekatnya permukaan menyala dari lampu LED Strip pada permukaan akrilik batok lampu, kita bisa mengolesikan lem silikon atau lem aquarium pada LED Strip tadi agar tahan terhadap guyuran air saat mencuci atau dikala hujan.

Demikianlah sekadar catatan yang dapat dibagi untuk kali ini semoga bermanfaat, selamat mencoba, sampai jumpa dan salam satu aspal (sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.