Cara Membuat Charger Aki Kering SLA (Seal Lead Acid) Lebih Baik

Caratekno – Aki Kering atau baterai SLA (seal lead acid) sering digunakan untuk peralatan portable karena lebih awet, praktis, lebih aman dan bebas perawatan.

Seperti UPS saya yang saya rubah baterainya dari ampere kecil 4A menjadi lebih besar aki kering 7A dan hasilnya UPS lebih awet (durable) dan tahan lama mem-backup listrik.

Setelah sekian lama digunakan ternyata UPS sudah tidak bisa otomatis mengisi ulang karena bagian charger rusak.

Akhirnya terbesit untuk membuat charger baterai kering secara terpisah. Karena di rumah masih ada beberapa aki kering yang tidak digunakan.

Cara kerja rangkaian:

Secara komponen aktif dalam rangkaian ini ialah sebuah transisitor D882 dan sebuah IC catu daya sebagai penstabil LM7815, serta beberapa komponen pendukung lain seperti diode dan resistor.

Komponen tadi sebagai proteksi dari kelebihan arus dan tegangan saat pengisian ulang baterai kering. Ditandai dengan lampu indikator lampu led Biru (full), kuning (charge), hijau (ready) dan led merah (power indikator).

Silahkan ambil gambar rangkaiannya atau download gambar rangkaian charger aki 12v SLA.

Komponen:

  • 1K = R1,R3
  • 1,5K = R4,R5
  • 10K = R6
  • 1,2K = R7
  • 50K = Potenti Resistor
  • D882 = Q1 (Tr1)
  • 1N4732A = Diode
  • 1N4007 = D2,D3,D4
  • 12V = Relay
  • LM7815 = IC Regulator
  • Merah,Hijau,Biru, Kuning = Lampu LED indikator
  • 2 Jepit Buaya
  • Kawat jumper

Gambar layout PCB charger aki 12V bisa ambil di link tersebut.

Cara membuatnya:

Untuk menuntaskan proyek ini setidaknya dibutuhkan skill elektronika dasar menengah sehingga tidak terjadi kesalahan fatal akibat salah sambung kabel.

Tapi tenang saja, saya akan coba menjelaskan semudah mungkin.

Lebih amannya anda bisa memulai merakit komponen setelah papan PCB ukuran 10×10 cm sudah siap digunakan, layout sudah disertakan dalam link. Software yang digunakan adalah PCB Gerber Viewer.

  1. Papan jalur PCB ini dapat meminimalisir kesalahan perakitan.
  2. Setelah semua komponen terpasang solder kaki-kaki komponen dengan cepat dan bagus.
  3. Potong kaki komponen yang lebih, Periksa kembali apakah ada short circuit atau tidak.
  4. Sambungkan kabel ke power supply 12V dan output dengan jepit buaya.
  5. Proses persiapan kalibrasi. Caranya:
  • Atur tegangan sumber power supply ke 14,5V kemudian sambungkan kabel hitam (-Ve) power supply ke konektor CB-, dan kabel merah (+Ve) ke konektor CB+ (lihat di PCB).
  • Sekarang putar knop potensiometer perlahan-lahan hingga lampu LED biru hidup (on)
  • Kemudian matikan power supply.
  • Pasang -Jumper- yang tadi dilepas saat kalibrasi 14,5V
  • Sekarang rangkaian auto cut-off siap digunakan
  • Gunakanlah power supply dengan tegangan 16-18VDC untuk model rangkaian ini.

Prinsip Kerja Rangkaian.

Secara dasar teori rangkaian ini sangat sederhana sekali, hanya komponen inti transistor, diode zener, resistor, dan relay 12V. Ketika saat proses charging komponen memberikan asupan tegangan normal 14,5V dan memantu lajunya. Ketika titik tertinggi battery mencapai puncak pengisian agar tidak terjadi overcharge, maka relay memutus jalur pengisian ke aki.

Catatan: cara diatas hanya mencapai proses pengisian hingga 75% saja, apabila anda ingin mengisi aki hingga 100% full yang perlu anda lakukan adalah seting ulang tegangan sumber daya dari 14,5V menjadi 15,6V – 16V dengan Ampere 1,2A untuk aki 7AH agar proses isi ulang tidak terlalu cepat.

GRATIS UPDATE TERBARU ARTIKEL CARA/TIPS/HOW TO/DIY TERBARU, Masukkan email Anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.