Skip to main content

Tahukah Anda Arti Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) ?

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ( TNKB )
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (disingkat TNKB) atau sering disebut plat nomor atau nomor polisi (disingkat nopol) adalah plat alumunium tanda kendaraan bermotor di Indonesia yang telah didaftarkan pada Kantor Bersama Samsat.

Plat nomor adalah salah satu jenis identifikasi kendaraan bermotor. Plat nomor juga disebut plat registrasi kendaraan, atau di Amerika Serikat dikenal sebagai plat izin (license plate). Bentuknya berupa potongan plat logam atau plastik yang dipasang pada kendaraan bermotor sebagai identifikasi resmi. Biasanya plat nomor jumlahnya sepasang, untuk dipasang di depan dan belakang kendaraan.

Namun ada jurisdiksi tertentu atau jenis kendaraan tertentu yang hanya membutuhkan satu plat nomor, biasanya untuk dipasang di bagian belakang.

Plat nomor memiliki nomor seri yakni susunan huruf dan angka yang dikhususkan bagi kendaraan tersebut. Nomor ini di Indonesia disebut nomor polisi, dan biasa dipadukan dengan informasi lain mengenai kendaraan bersangkutan, seperti warna, merk, model, tahun pembuatan, nomor identifikasi kendaraan atau VIN dan tentu saja nama dan alamat pemilikinya.

Semua data ini juga tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau STNK yang merupakan surat bukti bahwa nomor polisi itu memang ditetapkan bagi kendaraan tersebut.

Sejarah Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ( TNKB )
Plat nomor usianya hampir sama dengan mobil, dan muncul saat periode awal transisi dari kendaraan berkuda yakni antara 1890 hingga 1901. Negara bagian New York di Amerika Serikat mengharuskan penggunaan plat nomor sejak tahun 1901.

Awalnya plat nomor tidak dikeluarkan pemerintah, dan di banyak wilayah Amerika, para para pengendara diharuskan membuat plat nomor sendiri. Negara bagian Massachusetts dan West Virginia adalah yang pertama menerbitkan plat nomor pada tahun 1903.

Plat nomor awal dibuat dari porselin yang dibakar menjadi besi, atau keramik biasa yang tidak dibakar, sehingga mudah pecah dan tidak praktis. Bahan-bahan plat nomor yang kemudian termasuk karton, kulit, plastik, bahkan juga tembaga dan kedele.

Plat nomor awal memiliki bermacam bentuk dan ukuran, sehingga kalau dipindahkan antar kendaraan harus dibuat lobang baru untuk memasukkan baut ke bumper. Standarisasi plat nomor baru dimulai tahun 1957 saat pabrik mobil sepakat dengan berbagai pemerintahan dan organisasi standar internasional. Meski masih ada variasi lokal, plat nomor umumnya mengikuti tiga standar dunia:

  • Pertama yang dipakai di negara-negara di belahan Barat bumi, yakni berukuran 15 kali 30 sentimeter (6 x 12 inci)
  • Yang kedua memiliki standar Uni Eropa, yakni 11 x 52 sentimeter
  • Bentuk ketiga dipakai di Australia and banyak negara Asia-Pasifik, yakni lebih panjang dibanding model negara belahan Barat bumi, namun lebih tinggi dari plat Uni Eropa.

Warna Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ( TNKB )

  • Kendaraan bermotor perseorangan dan sewa: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih.
  • Kendaraan bermotor umum: warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam.
  • Kendaraan bermotor milik pemerintah: warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih.
  • Kendaraan bermotor korps diplomatik negara asing: warna dasar putih/merah dengan tulisan berwarna hitam.
  • Kendaraan bermotor staf operasional korps diplomatik negara asing: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih serta terdiri dari lima angka dan kode angka negara yang dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian.
  • Kendaraan bermotor di kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk (berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan kendaraan bermotor ini tidak boleh dioperasionalkan/dimutasikan ke wilayah Indonesia lainnya): warna dasar hijau dengan tulisan hitam.
  • Kendaraan tidak bermotor di Surabaya: warna dasar biru dengan tulisan putih.

Jenis-Jenis Tanda Nomor Kendaraan

  • TCKB (Tanda Coba Kendaraan Bermotor) digunakan pada kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke dealer, dealer ke dealer, test drive, riset otomotif, dan pengiriman ke konsumen): warna dasar putih dengan tulisan berwarna merah.
  • TNRP (Tanda Nomor Registrasi Pengoperasian) digunakan pada kendaraan asing non-diplomat, terutama untuk angkutan antarnegara dan kegiatan internasional: warna dasar putih dengan tulisan biru.
  • TNKB Bantuan digunakan pada kendaraan yang belum memiliki STNK sebagai tanda bahwa surat-surat sedang dalam proses pengurusan. Beberapa contoh TNKB bantuan adalah: B xxxx SMY, B xxxx SMZ, B xxxx SNY, B xxxx SJZ, B xxxx SEG, B xxxx SMX, B xxxx SHL, B xxxx SHP, B xxxx SHR, B xxxx RFO. TNKB ini hanya berlaku selama satu bulan sejak dikeluarkan.

Daftar Plat Nomor Kendaraan Bermotor di Indonesia Beserta kode Wilayah

SUMATERA
BL = Aceh
Kota Banda Aceh (A, J), Kabupaten Aceh Besar (L, B), Kabupaten Pidie (P), Kabupaten Pidie Jaya (O), Kabupaten Aceh Barat (E), Kabupaten Aceh Jaya (C), Kabupaten Nagan Raya (V), Kabupaten Aceh Barat Daya (W), kabupaten Aceh Tengah (G), kabupaten Bener Meriah (Y), Kabupaten Bireuen (Z), Kabupaten Aceh Utara (K, Q), Kota Lhokseumawe (N), Kota Sabang (M), Kabupaten Aceh Selatan (T), Kota Subulussalam (I), Kota Langsa (D), Kabupaten Aceh Timur (F), Kabupaten Gayo Lues (H), Kabupaten Aceh Singkil (R), Kabupaten Aceh Tamiang (U) Kabupaten Aceh Tenggara (X), Kabupaten Simeulue (S)
BB = Sumatera Utara bagian Barat (pesisir Barat)
BK = Sumatera Utara bagian Timur (pesisir Timur)
BA = Sumatera Barat
Kota Padang (A, B, R), Kota Pariaman (F), Kota Payakumbuh (M), Kota Padang Panjang (N), Kabupaten 50 Kota (C, X), Kabupaten Pesisir Selatan (G) Kota Solok (P,Kabupaten Solok (H),Dan Lain Lain
BM = Riau
Kota Dumai (R)
BP = Kepulauan Riau
 
BH = Jambi
 
BG = Sumatera Selatan
Kabupaten Lahat(E),Kabupaten Muara Enim(D),Kota Pagaralam (W)
 
BN = Kepulauan Bangka Belitung
 
BE = Lampung
Kota Bandar Lampung (BE – A*/B*/C*/Y*), Kota Metro (BE – F*), Kabupaten Lampung Selatan (BE – D*/E*), Kabupaten Pesawaran (BE – R*), Kabupaten Tanggamus (V), Kabupaten Pringsewu (U), Kabupaten Lampung Tengah (G dan H), Kabupaten Lampung Timur (BE – N*/P*), Kabupaten Lampung Utara (BE – J*), Kabupaten Way Kanan (BE – W*), Kabupaten Tulang Bawang (BE – S*/T*), Kabupaten Tulang Bawang Barat (BE – Q*), Kabupaten Mesuji (BE – L*), Kabupaten Lampung Barat (BE – M*)
BD = Bengkulu
Kota Bengkulu (BD – A*/C*/E*/R*), Kabupaten Bengkulu Utara (BD – D*/S*), Kabupaten Bengkulu Selatan (BD – B*/M*), Kabupaten Rejang Lebong (BD – K*), Kabupaten Muko Muko (BD – N*), Kabupaten Kepahiang (BD – G*), Kabupaten Lebong (BD – H*), Kabupaten Seluma (BD – P*), Kabupaten Kaur (BD – W*), Kabupaten Bengkulu Tengah (BD – Y*)

JAWA
A = Banten
Kabupaten/Kota Serang(A-J*), Kabupaten Pandeglang(K-O*), Kabupaten Lebak(P-T*), Kota Cilegon(U-Z*), sebagian Kabupaten Tangerang
B = DKI Jakarta
Kabupaten(B-A**/N**)/Kota Tangerang(B-C**/V**), Kabupaten(B-F**/*Y)/Kota Bekasi(B-K**/Y*), Kota Depok(B-E**/Z**)
D = Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung(D-V**,Z**)/Kota Bandung(D-A**,R**, Kota Cimahi(D-S**,T**, Kabupaten Bandung Barat (D-U**,X**)
E = eks Karesidenan Cirebon
Kabupaten Cirebon (E – H*/I*/J*/K*/L*/M*/N*/O*), Kota Cirebon (E – A*/B*/C*/D*/E*/F*/G*), Kabupaten Indramayu (E – P*/R*/S*/T*), Kabupaten Majalengka (E – U*/V*/W*/X*), Kabupaten Kuningan (E – Y*/Z*)
F = eks Karesidenan Bogor
Kabupaten/Kota Bogor (F – A-R), Kabupaten Cianjur (F – W-Y), Kabupaten Sukabumi (F – U/V), Kota Sukabumi (F – S/T)
T = Purwakarta, Karawang, Subang
Kabupaten Purwakarta(A-C), Kabupaten Karawang(D-S), sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang(T-Z)
Z = Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis, Banjar
Kabupaten Garut (D – F), Kabupaten/Kota Tasikmalaya (H – S), Kabupaten Sumedang (A – C), Kabupaten Ciamis (Z – T*/W*), Kota Banjar (Z-Y*
G = eks Karesidenan Pekalongan
Kabupaten (G – B/K/T)/Kota Pekalongan (G – A/H/S), Kabupaten (G – F/P/Z)/Kota Tegal (G – E/N/Y), Kabupaten Brebes (G – G/R/J), Kabupaten Batang (G – C/L/V), Kabupaten Pemalang (G – D/M/W)
H = eks Karesidenan Semarang
Kabupaten(H – C/L/V)/Kota Semarang (H – A/F/G/H//P/R/S/W/X/Y/Z), Kota Salatiga(H – B/K) , Kabupaten Kendal (H – D/M/U), Kabupaten Demak(H – E/N/J)
K = eks Karesidenan Pati
Kabupaten Pati (K – A/S/H/G), Kabupaten Kudus (K – B/K/O/T), Kabupaten Jepara (K – C/V/L/Q), Kabupaten Rembang (K – D/M/W), Kabupaten Blora (K – E/N), Kabupaten Grobogan (K – F/P/Z), Cepu (K – N/Y)
R = eks Karesidenan Banyumas
Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas (R – A/H/S/E), Kabupaten Cilacap (R – B/K/T/F/P), Kabupaten Purbalingga (R – C/L/V), Kabupaten Banjarnegara (R – D/M)
 
AA = eks Karesidenan Kedu
Kabupaten (AA – B) /Kota Magelang (AA – A/H/K/S), Kabupaten Purworejo (AA – C/L/V), Kabupaten Kebumen (AA – D/M/W), Kabupaten Temanggung (AA – E/N/Y), Kabupaten Wonosobo (AA – F/P/Z)
AB = DI Yogyakarta
Kota Yogyakarta (A/H/F/I), Kabupaten Bantul (B/G/J/K), Kabupaten Gunung Kidul (D/M/W), Kabupaten Sleman (E/N/Y/Q/Z/U), Kabupaten Kulon Progo (C/L/P/V)
AD = eks Karesidenan Surakarta
Kota Surakarta (AD – A/H/S/U), Kabupaten Sukoharjo (AD – B/K/O/T), Kabupaten Boyolali (AD – D/M/W), Kabupaten Sragen (AD – E/N/Y), Kabupaten Karanganyar (AD – F/P/Z), Kabupaten Wonogiri (AD – G/R/I), Kabupaten Klaten (AD – C/J/L/Q/V). Contoh : AD1234CB AD1234CK AD1234CT merupakan TNKB dari Kabupaten Sukoharjo.
L = Kota Surabaya
kode nomor polisi L adalah satu-satunya kode nomor polisi yang hanya dimiliki oleh satu daerah setingkat kota/kab
M = eks Karesidenan Madura
Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan
N = eks Karesidenan Malang
Kabupaten (D-J)/Kota Malang(A-C dan E), Kabupaten (L-N,)/Kota Probolinggo (P-R), Kabupaten (S-U)/Kota Pasuruan (V,X), Kabupaten Lumajang (W dan Y-Z), Kota Batu (K)
P = eks Karesidenan Besuki
Kabupaten Bondowoso (A-D), Kabupaten Situbondo (E-H), Kabupaten Jember(K-T), Kabupaten Banyuwangi (U-Z)
S = eks Karesidenan Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro (A-F), Kabupaten/Kota Mojokerto(M-U), Kabupaten Tuban (G-H), Kabupaten Lamongan (J-L), Kabupaten Jombang (V-Z)
W = Sidoarjo, Gresik
Kabupaten Sidoarjo (P-T), Kabupaten Gresik(A-G)
AE = eks Karesidenan Madiun
Kabupaten (D-G)/Kota Madiun (A-C), Kabupaten Ngawi (H-L), Kabupaten Magetan (M-P), Kabupaten Ponorogo (R-
V), Kabupaten Pacitan(W-Z)
AG = eks Karesidenan Kediri
Kabupaten (D-J)/Kota Kediri(A-C), Kabupaten(K-N)/Kota Blitar(P-R), Kabupaten Tulungagung(S-T), Kabupaten Nganjuk(U-X), Kabupaten Trenggalek(Y-Z)

BALI DAN NUSA TENGGARA
DK = Bali
DR = NTB I
Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah
EA = NTB II
Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima
DH = NTT I
Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao
EB = NTT II
Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor
ED = NTT III
Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur

KALIMANTAN
DA = Kalimantan Selatan
Dipakai di seluruh Kalimantan sebelum pembagian provinsi. Kota Banjarmasin (A,C,I,J,N,O,Q,S,V,W,X), Kota Banjarbaru (P,R), Kabupaten Balangan (Y), Kabupaten Banjar (B,Q), Kabupaten Barito Kuala (M), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (D), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (E), Kabupaten Hulu Sungai Utara (F), Kabupaten Kota Baru (G), Kabupaten Tanah Bumbu (Z), Kabupaten Tanah Laut (L), Kabupaten Tapin (K), Kabupaten Tabalong (H,U)
KB = Kalimantan Barat
KH = Kalimantan Tengah
KT = Kalimantan Timur
Samarinda (B,M,N,I,W), Balikpapan (A,K,L), Tarakan (F), Bulungan & Tana Tidung (G), Kutai Kartanegara (T,U,C), Bontang (D), Sangatta (R)

SULAWESI
DB = Sulawesi Utara
Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan)
DL = Sulawesi Utara Kepulauan
Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sitaro
DM = Gorontalo
 
DN = Sulawesi Tengah
 
DT = Sulawesi Tenggara
DD = Sulawesi Selatan I
Kota Makassar (A), Kabupaten Gowa (B), Kabupaten Maros (D), Kabupaten Pangkajene Kepulauan (E), Kabupaten Takalar (C), Kabupaten Jeneponto (G), Kabupaten Bulukumba (H), Kabupaten Bantaeng (F), Kabupaten Selayar (J)
DW = Sulawesi Selatan II
Kabupaten Bone (A), Kabupaten Soppeng (B), Kabupaten Wajo (C), Kabupaten Sinjai (D)
DP = Sulawesi Selatan III
Kabupaten Barru (B), Kota Parepare (A), Kabupaten Pinrang (D), Kabupaten Sidenreng Rappang (C), Kabupaten Enrekang (I), Kabupaten Tana Toraja (J), Kabupaten Toraja Utara (K), Kabupaten Luwu (F), Kota Palopo (E), Kabupaten Luwu Utara (H), Kabupaten Luwu Timur (G)
Maluku dan Papua
DE = Maluku
 
DG = Maluku Utara
 
DS = Papua
 
PB = Papua Barat
Maluku dan Papua
DF = Timor Timur

Referensi sumber: rotarybintaro.co.id

Comments

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...