Skip to main content

Sejarah & Pengertian Televisi

Kata terlevisi berasal dari kata tele ( jauh) dan visi (pandangan) menurut kamus besar Bahasa Indonesia edisi kedua, kata televisi tersebut berarti proses penyiaran gambar melalui gelombang frekuensi radio dan menerimanya pada pesawat penerima yang memunculkan gambar tersebut pada sebidang layar.

Semakna dengan arti di atas kamus oxford (oxford learner’s dictionary –new edition) pun memberikan pengertian kata televisi, yaitu system of sending anda receiving pictures and sound over a distance by radio waves (system pengiriman dan penerimaan gambar serta suara melalui gelombang radio)

Sementara pengertian gelombang radio adalah gelombang elktromagnetis dengan frekuensi radio. Gelombang radio ditemukan di tahun 1888 oleh ilmuwan Jerman, bernama heinrich hertz. Dan hanya berselang satu tahun kemudian (1895), seorang ahli teknik Italia, yaitu Gugielmo Marconi, mampu membuat perangkat radio pertama, meskipun bukan dugunakan untuk memancarakan suara melainkan untuk memancarkan kode-kode morse. Pemancaran atau pengiriman suara melalui radio dilakukan pertama kali oleh seorang ahli teknik Kanada bernama Reginald Fessenden.

Jaman sekarang sebuah televisi bukan barang aneh dan mahal lagi, bisa jadi setiap rumah telah memiliki sebuah “kotak ajaib”, bahkan bisa memiliki lebih dari satu unit televisi televisi.

Perkembangan televisi sangat pesat, babak baru teknologi dimulai sejak ditemukan sebuah perangkat televisi oleh ahli fisikawan besar bernama E.F.W. Alexanderson mendemonstrasikan penemuannya di tahun 1928.

Sejarah awal keberadaan televisi dapat diruntut sejak Henry Becquerel menemukan efek fotokmia, dimana impian dan angan-angan manusia di masa itu untuk dapat mengrimkan gambar dari suatu tempat ke tempat lainnya bisa terwujud.

Kemudian Alexander Bein yang turut mengembakan penemuan efek fotokimia Becquerel berhasil menciptakan serta mengembangkan transmisi facsimile sederhana untuk pengiriman foto dan tulisan.

Teknologi kirim mengirm photo dan tulisan terus berlanjut. Shelford Bidwell menyempurnakan facsimile sederhana ciptaan Bein sehingga akhirnya ia berhasil mengirimkan gambar diam tersbut dapat dirangkaikan dengan cakram (piringan) yang diputar sehingga terlihat seolah-olah gambar tersebut menjadi bergerak.

Peralatan cakram yang diputar yang memungkin gambar-gambar diam yang digabungkan hingga menjadi berkesan bergerak. Dikenal dengan nama cakram (piringan) Nipkow, yang mengambil nama penemunya, yaitu Paul Goolieb Nipkow.

Prinsip dasar cakram Nipkow sangat sederhana. Gambar diam disusun mengelilingi cakram dengan urutan yang berbeda setiap posisinya. Semakin banyak gambar diam yang disusun di cakram Nipkow maka semakin banyak gambar bergerak yang bisa di tampilkan.

Gambar cakram.

Comments

Popular posts from this blog

Jangan Salah Pilih Desainer Wajib Tahu: Rekomendasi Laptop Desain Grafis Tipis Dan Ringan Dengan Fitur Layar Touchscreen Untuk Mobilitas Tinggi

Caratekno - Memilih laptop untuk desain grafis bukan sekadar mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi menentukan alat kerja yang mampu mendukung kreativitas, produktivitas, dan kualitas hasil visual.  Setiap proyek desain memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari membuat ilustrasi sederhana, mengedit foto beresolusi tinggi, hingga merancang animasi 3D dan video berkualitas profesional.  Oleh karena itu, memahami kebutuhan sebelum membeli laptop menjadi langkah penting agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Panduan ini dirancang untuk membantu Anda memahami faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam memilih laptop desain grafis. Anda akan mempelajari bagaimana menentukan spesifikasi yang tepat sesuai jenis pekerjaan, mengenali kelebihan dan kekurangan berbagai platform, serta memahami komponen teknis yang berpengaruh terhadap performa dan akurasi warna.  Dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat memilih perangkat yang tidak...

Cara Memilih VGA Card (GPU) Yang Tepat untuk Rendering 3D Desain Tanpa Lag

Caratekno - Bagi seorang desainer grafis yang mulai merambah ke dunia tiga dimensi atau 3D, memilih laptop bukan lagi sekadar melihat tampilan fisik yang elegan.  Di balik layar yang cemerlang, terdapat satu komponen paling krusial yang menentukan apakah pekerjaan Anda akan selesai lebih cepat atau justru berakhir dengan layar yang membeku dan aplikasi yang tertutup tiba-tiba. Komponen tersebut adalah Unit Pemroses Grafis atau yang lebih dikenal dengan sebutan GPU. Selama bertahun-tahun mengelola konten strategi produk digital, saya melihat banyak desainer pemula melakukan kesalahan fatal. Mereka terlalu fokus pada besaran RAM sistem atau kecepatan prosesor (CPU), namun mengabaikan spesifikasi detail dari GPU.  Padahal, dalam industri visual modern, beban kerja rendering telah berpindah secara masif dari CPU ke GPU. Inilah panduan mendalam untuk memastikan Anda tidak salah langkah dalam memilih kartu grafis. MEMAHAMI PERAN GPU DALAM EKOSISTEM 3D Sebelum masuk ke teknis, Anda h...

Merubah adaptor USB menjadi Lampu LED

Caratekno.com - Lampu led high power led kini semakin populer digunakan pada gedung-gedung kantoran, stadion, fasilitas umum dan rumah-rumah. Tidak ada salahnya apabila Anda ingin membuat sendiri lampu led hasil kreatifitas yang pencahayaannya tidak kalah juga dengan hasil buatan pabrik yang harganya variatif. Nah apabila di rumah banyak perkakas adaptor USB bekas dirumah dan adaptor/ charger bekas tidak terbakai sebaiknya dimanfaatkan saja? Jangan keburu dibuang ya.! Buat apaan?! Nanti adaptor-adaptor tersebut akan saya sulap menjadi sesuatu yang dapat menghemat anggaran listrik di rumah anda. Yuk siapkan bahan-bahannya: Charger bekas LED HPL Luxeon klik sini  Lampu TL bekas Lem bakar/ glue gun Heat sink alumunium Selanjutnya ikuti cara-cara pembuatannya, silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini: Langkah 1: Persiapkan charger hp bekas, keluarkan PCB dari casingnya. Potong kabel Langkah 2: Setelah dipotong kabel dan dikeluarkan dari casing charg...