Cara Mudah Mengenal Perbedaan Hacker vs Cracker

Caratekno – Perbedaan hacker dan cracker penting diketahui oleh pengguna internet. Hampir setiap hari kedua istilah ini muncul, terutama ketika terjadi sebuah peretasan.

Meski sama-sama melakukan aktivitas penyusupan terhadap jaringan, tetapi kedua istilah tersebut memiliki perbedaan cukup mendasar.

Secara umum, hacker kerap diartikan sebagai orang yang memiliki kemampuan pengetahuan dan kemampuan tentang sistem operasi dan bahasa pemrograman. Biasanya, banyak perusahaan menggunakan jasa hacker untuk meningkatkan keamanan dan melindungi data privasi mereka.

Sementara itu, cracker juga memiliki kemampuan serta pengetahuan tentang dunia pemrograman, tetapi biasa digunakan untuk kejahatan.

Berikut perbedaan hacker dan cracker yang dirangkum dari merdeka.com lansir dari Liputan6.com dan sumber lainnya:

PENGERTIAN HACKER

Hacker adalah orang yang ahli di bidang komputer jaringan atau keterampilan lain untuk mengatasi masalah teknis. Dalam praktiknya, hacker kerap menggunakan keterampilan teknis untuk mengeksploitasi pertahanan keamanan siber.

img by gulfnews.com

Hacker juga kerap diartikan sebagai orang yang ahli komputer dan memiliki ketertarikan dan keingintahuan yang sangat besar terhadap keamanan dan pertahanan sistem komputer.

Tentu saja, sang hacker mempunyai kemampuan dalam membuat perangkat lunak atau software developer.

Sementara itu, hacker dibagi atas dua kategori, yaitu corporate hacker dan independent hacker. Corporate hacker adalah orang-orang yang bekerja sebagai seorang programmer, administrator, operator, security officer, IT auditor dan konsultan IT.

Sedangkan independent hacker adalah orang-orang yang paham akan ‘mengoprek’ operating system dan software, intrusion specialist, vulnerability researcher, botnet owner, pembuat rootkit/virus komputer dan malware sampai dengan spammer.

PENGERTIAN CRACKER

Cracker adalah pelaku pembobolan sistem keamanan komputer yang bertujuan untuk kejahatan.

Baca Juga  Cara Kerja Subsisteme Cache

Bentuk kejahatan ini cukup berbahaya karena bisa mencuri data dalam komputer, membocorkan informasi sensitif kepada kompetitor atau pihak yang tidak bertanggung jawab.

img by howtogeek.com

Selain itu, cracker juga bisa menghancurkan sistem keamanan.

Craker mampu menembus sistem keamanan komputer dan dapat memberi dampak buruk yang muncul akibat tindakan kriminal tersebut.

Data yang tersimpan dalam sebuah server bisa diakses oleh cracker dan berpotensi digunakan secara tidak bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, cracker juga bisa memanipulasi data yang berhasil ditembusnya.

Sebagai contoh, jika berhasil membobol keamanan komputer milik sebuah bank, ia bisa memanipulasi data pemilik rekening, mengubah jumlah saldo, atau melakukan transaksi yang tidak diinginkan.

Hacker adalah seseorang yang lebih mengarah pada peretasan untuk tujuan positif.

Untuk itu, beberapa orang sepakat bahwa hacker memiliki tingkatan yang lebih baik jika dibandingkan dengan cracker.

Selain itu, hacker juga dianggap lebih pintar dan bijak.

Hacker dianggap memiliki kemampuan yang hebat dalam menangani sistem keamanan komputer.

Mereka akan terus meretas untuk mengasah kemampuannya dengan tujuan yang positif.

Berbeda dengan cracker yang dianggap memiliki tingkatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan hacker.

Harus diakui bahwa cracker mempunyai kemampuan dalam bidang sistem komputer.

Namun, kemampuannya tersebut tidak diimbangi dengan hal-hal yang positif.

Biasanya, cracker lebih suka merusak dan juga mengambil informasi yang bukan wewenangnya.

Seringkali tindakannya hanya bisa menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa hacker memiliki kemampuan yang lebih tinggi jika dibandingkan cracker.

Selain itu, hacker juga banyak mengaplikasikan kemampuannya untuk hal-hal positif.

Tentu berbanding terbalik dengan cracker yang biasa mencuri data orang lain demi keuntungan pribadi.

Baca Juga  [Review] 6 Laptop Rekomendasi Untuk Programmer Pemula Harga diatas 5 Jutaan 2022

CARA MENCEGAH CYBER CRIME

Cyber crime adalah kejahatan dunia maya yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang menyerang sistem keamanan komputer atau data-data yang ada di dalam komputer.

Kejahatan tersebut dilakukan dengan beragam motif, mulai dari kepuasan diri hingga kejahatan yang dapat merugikan ekonomi atau politik.

Kejahatan dunia maya secara luas didefinisikan sebagai aktivitas ilegal apa pun yang melibatkan komputer, perangkat digital lain, atau jaringan komputer.

Adapun contoh cyber crime di antaranya, yaitu ancaman keamanan cyber seperti rekayasa sosial, eksploitasi kerentanan perangkat lunak, dan serangan jaringan.

Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kejahatan berbasis teknologi ini.

Berikut cara mencegah cyber crime yang dilansir dari Liputan6.com:

MENJAGA KEAMANAN EMAIL

Email menjadi salah satu sasaran dari kejahatan berbasis teknologi, oleh karena itu keamanannya harus benar-benar dijaga. Adapun langkah-langkah mencegah agar aku email tidak mudah diretas adalah seperti berikut:

  • Lakukan pengecekan virus yang ada di komputer dan smartphone kamu secara rutin
  • Waspada dengan dengan social engineering yang dilakukan melalui email
  • Lindungi kata sandi
  • Selalu lakukan update OS dan aplikasi
  • Hindari menggunakan software/aplikasi bajakan

MENJAGA KEAMANAN MEDIA SOSIAL

Saat ini, banyak sekali para pelaku tindak kejahatan online yang memanfaatkan media sosial. Bahkan, tidak jarang akun Anda digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.

Berikut beberapa cara menjaga keamanan akun media sosial yang bisa Anda lakukan:

  • Batasi informasi pribadi yang kamu publikasikan di sosial media, seperti nama anak, nama sekolah, nama hewan peliharaan, dan lain-lain. Karena informasi pada profil utama kamu dapat menjadi jawaban untuk memeriksa pertanyaan yang digunakan untuk otentikasi.
  • Laporkan aktivitas mencurigakan atau spam ke situs media sosial yang digunakan untuk mengontak kamu. Spam dapat muncul dalam bentuk posting, pesan, email, atau permintaan pertemanan.
  • Ganti kata sandi kamu dan laporkan aktivitas mencurigakan jika kamu merasa seseorang telah mengakses akun kamu.
  • Jika kamu yakin sedang menjadi target di platform media sosial apa pun, segera laporkan media sosial tersebut. Facebook, LinkedIn, Twitter, Snapchat dan Instagram memberikan instruksi spesifik tentang cara melakukannya.
Baca Juga  Cara Melihat Kondisi Baterai Laptop pada Windows 10 dan 11

Referensi: merdeka.com, liputan6.com, beberapa sumber lainnya

GRATIS UPDATE TERBARU ARTIKEL CARA/TIPS/HOW TO/DIY TERBARU, Masukkan email Anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.