Servis Apa Saja Perlu Mendapatkan Perlakuan Khusus ?

Seperti telah dijelaskan diatas, semua data pada kondisi normal, akan saling berlomba-lomba menuju ke dan keluar dari gateway yang ada dala... thumbnail 1 summary

Seperti telah dijelaskan diatas, semua data pada kondisi normal, akan saling berlomba-lomba menuju ke dan keluar dari gateway yang ada dalam jaringan. Tidak perduli data penting atau tidak, semua akan diperlakukan sama. Akibatnya servis-servis yang penting jadi terganggu performance dan kualitasnya. Biasanya penentuan servis-servis apa saja yang perlu diperlakukan spesial tergantung dari peraturan dan kepentingan sebuah perusahaan atau pengelola.

Biasanya komunikasi data yang bersifat real-time seperti Voice Over IP, pergerakan harga saham, video converence, streaming musik, televisi IP dan banyak lagi. Data-data jenis realtime ini memang sangat sensitif sekali dengan kualitas jaringan yang akan dilaluinya. Sedikit saja ada delay atau gangguan dalam jaringan komunikasi data jenis ini tidak akan berjalan dengan lancar. Semua aplikasi dan komunikasi yang delay sensitive tentu perlu diberi perlakuan khusus dengan menerapkan QoS.



Faktor apa yang mempengaruhi diterapkannya QoS dalam jaringan? Kemampuan sebuah jaringan untuk menghantarkan servis-servis dengan baik dari titik yang satu ke titik yang lain tentu bergantung dari banyak faktor, tidak hanya bergantung dari bandwidth yang besar dan perangkatperangkat canggih saja. Kualitas sebuah servis yang dihantarkan dalam jaringan normal juga bergantung dari faktorfaktor tersebut. Namun secara umum, faktor yang mempengaruhi kualitas pergerakan data dari satu titik ke titik lainnya pada jaringan data ada tiga, yaitu Loss, Delay dan variasi delay atau yang dikenal juga dengan sebutan Jitter.


  • Loss dapat berarti kehilangan data dalam perjalanan. Parameter loss biasanya menunjukkan besarnya persentasi paket yang gagal mencapai tujuannya dari sumber pengirimnya. Terjadinya loss pada umumnya dapat diakibatkan dari error pada jaringan, frame komunikasi yang korup, aktifitas network yang padat (congested), dan banyak lagi. Namun dengan menggunakan perangkat switch yang modern dengan disertai oleh media komunikasi data yang berbasiskan optik, masalahmasalah terjadinya loss yang diakibatkan oleh beberapa faktor diatas sudah sangat jarang terjadi. Banyak kejadian dimana paket-paket data hilang dalam jaringan modern disebabkan oleh perangkat-perangkat jaringan yang berada di dalam jaringan itu sendiri. Dimana perangkat-perangkat tersebut melakukan dropping paket-paket data untuk menghindari congestion dalam jaringan yang dilayaninya. Untuk komunikasi berbasiskan protokol TCP/IP seperti misalnya file dan print sharing, kehilangan beberapa paket tidak akan masalah karena sistem retransmisinya pasti bekerja dengan baik. Namun untuk paket-paket UDP yang banyak digunakan pada data-data berjenis real-time seperti media streming suara, televisi IP, video converence, dan banyak lagi, retransmisi tidaklah mungkin terjadi dan loss sedikitpun tidak dapat di tolerir. Sebagai gambaran jaringan yang sangat tinggi tingkat availabilitinya tidak boleh ada lebih dari satu persen loss, sedangkan untuk aplikasi real-time seperti suara dan video, tingkat loss nya haruslah mencapai nol persen. 
  • Delay atau latency Delay dapat diartikan sebagai waktu yang digunakan oleh sebuah paket untuk berjalan dari sumber pengirimnya ke tujuan penerimanya. Delay terdiri atas dua jenis, yaitu fixed delay dan variable delay. Fixed delay terdiri atas kejadian yang berhubungan dengan waktu serialisasi dan waktu enkoding atau dekoding. Sebagai contoh, satu bit data memiliki waktu delay sebesar 100ns untuk keluar melewati sebuah proses dari media berjenis 10Mb Ethernet. Variable delay lebih sering disebabkan karena congestion (kepadatan atau kemacetan aliran data pada satu titik) yang termasuk juga didalamnya waktu yang dihabiskan oleh sebuah paket di dalam buffer interfacenya untuk menunggu giliran keluar. Secara umum, delay yang terjadi pada aplikasi menggunakan sistem komunikasi dua arah lebih signifikan terasa karena waktu menunggunya menjadi lebih besar. Contoh dari komunikasi dua arah adalah Telnet dan komunikasi suara (VOIP). Delay yang terjadi pada komunikasi ini akan mengakibatkan terpatah- patahnya teks yang dikirimkan atau suara yang didengar. Hasil dari latency ini mengakibatkan susahnya sebuah percakapan terjadi dengan lancar. Sesuai dengan aturan yang ada, waktu delay total untuk sebuah traffic suara yang melintasi sebuah jaringan haruslah kurang dari 150ms. 
  • Jitter atau Variasi delay Variasi delay atau sering disebut dengan istilah jitter adalah sebuah variasi yang terjadi pada waktu delah dari sebuah aliran data. Dengan kata lain, delay yang terjadi dalam sebuah jaringan tidak tetap besarnya. Misalnya dalam keadaan tertentu delay yang terjadi dalam jaringan sebesar 10ms, namun seringkali angka ini berubah dengan drastis menjadi 200ms dalam sesaat dan kembali lagi normal. Inilah yang disebut dengan jitter. Untuk menanggulangi ini cara yang paling sederhana adalah dengan menggunakan jitter buffer agar waktu delay menjadi lebih stabil, namun cara seperti ini juga akan menambah keseluruhan delay dalam jaringan tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan sebuah jaringan dengan delay yang rendah harus juga didukung dengan variasi delay yang kecil untuk menciptakan komunikasi data yang berkualitas. Dalam ketentuan desain, jaringan yang digunakan untuk aplikasi suara seperti VOIP tidak akan dapat bekerja dengan baik apabila jaringan tersebut memiliki nilai jitter lebih dari 30ms. Nilai jitter yang melebihi 30ms akan mengakibatkan penurunan kualitas suara. Di dalam aplikasi video, jitter yang besar akan mengakibatkan gerakan video terpatah-patah atau bahkan berhenti sama sekali.


No comments

Post a Comment

Silahkan komentar yang baik ya...!